Baca Juga: Menteri Ekraf Jajal KuloNiku di Yogyakarta, Dorong Industri Gim Jadi Kekuatan Ekonomi Baru
Menurutnya, percepatan pertumbuhan talenta lokal sangat bergantung pada ketepatan mereka dipertemukan dengan mitra industri.
Efisiensi Produksi dan Kekuatan IP
Presiden Asosiasi Game Indonesia (AGI), Shafiq Husein, menekankan pentingnya pembagian peran antara pengembang dan penerbit.
Dengan adanya publisher lokal yang kuat, pengembang bisa lebih fokus pada kualitas produksi tanpa terbebani urusan manajerial distribusi.
“Publisher lokal membuat developer bisa fokus pada produksi gim, sementara aspek bisnis dan distribusi ditangani lebih dekat dan adaptif,” kata Shafiq.
Baca Juga: Wamen Ekraf Irene Umar: Indonesia Harus Jadi Kreator di Ekosistem Gim PUBG MOBILE Surabaya
Sementara itu, Head of Publishing Yellow Hearts, Brian Chuang, menegaskan komitmennya untuk membangun Kekayaan Intelektual (Intellectual Property/IP) yang kompetitif.
“Kami ingin menjadi jembatan antara Indonesia dan dunia, dengan fokus pada penguatan developer, kolaborasi budaya, dan pembangunan IP yang kompetitif secara global,” tutur Brian.
Kementerian Ekraf meyakini bahwa industri gim akan menjadi salah satu mesin pertumbuhan baru (the new engine of growth) bagi ekonomi kreatif Indonesia, seiring dengan semakin terbukanya akses pasar bagi produk digital dalam negeri di kancah global. (*)






