URBANCITY.CO.ID – Indonesia bersiap mengukuhkan diri sebagai pemain utama dalam peta wisata petualangan global.
Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa menegaskan bahwa penyelenggaraan Deep and Extreme Indonesia (DXI) 2026 menjadi katalis penting di tengah meroketnya tren wisata berbasis pengalaman alam dan aktivitas luar ruang.
Dalam pembukaan DXI ke-18 di JICC Senayan, Kamis, 23 April 2026, Ni Luh mengapresiasi konsistensi pameran ini dalam membangun ekosistem wisata minat khusus.
“Selamat kepada Deep Extreme Indonesia yang sudah 18 kali menyelenggarakan pameran ini. Ini adalah salah satu langkah kita untuk semakin memperluas jejaring, menguatkan posisi Indonesia sebagai destinasi wisata Adventure tingkat global,” ujar Ni Luh Puspa.
Baca Juga: Wamenpar Ni Luh Puspa Pastikan Keamanan Destinasi Bali Jelang Libur Lebaran 2026
Potensi Bahari dan Perubahan Tren Wisata
Data Kementerian Pariwisata mencatat sekitar 75 persen pelancong yang berkunjung ke Indonesia menjadikan alam sebagai daya tarik utama, dengan 65 persen di antaranya berfokus pada aktivitas bahari.
Sektor wisata bahari menyumbang 1,5 hingga 2 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional, sebuah angka yang diprediksi terus tumbuh seiring pergeseran perilaku wisatawan pascapandemi.
Wisatawan kini cenderung mencari pengalaman yang lebih personal dan mendalam, seperti diving, surfing, sailing, hingga trekking.
Menanggapi hal tersebut, Kemenpar menempatkan aspek keselamatan sebagai prioritas melalui sertifikasi pemandu wisata guna mengejar target 17 juta kunjungan wisatawan mancanegara pada 2026.




