URBANCITY.CO.ID – Pemerintah mulai memutar otak guna menahan syahwat berlibur masyarakat ke luar negeri sekaligus memompa daya beli domestik yang sempat lesu.
Memanfaatkan momentum jeda semester anak sekolah, konsorsium lintas kementerian bersama para pengusaha ritel dan pusat perbelanjaan meluncurkan megaproyek diskon bertajuk BINA Holiday & Back to School 2026. Langkah keroyokan ini dirancang untuk memutar miliaran rupiah agar tetap mengalir ke kas daerah.
Program hasil perkawinan antara Kementerian Pariwisata, Kementerian Perdagangan, Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO).
Kemudian, Asosiasi Pengusaha Pusat Belanja Indonesia (APPBI) ini menawarkan paket lengkap: obral harga barang, aktivasi rekreasi keluarga, hingga subsidi tarif transportasi.
Baca juga: Tahun 2024, Target Kunjungan Wisatawan Nusantara 1,5 Miliar
Wakil Menteri Pariwisata, Ni Luh Puspa, menegaskan bahwa musim liburan ini adalah ladang basah untuk menggenjot pertumbuhan konsumsi masyarakat jelang paruh kedua tahun ini.
Ia berharap BINA Holiday & Back to School dapat memberikan dampak nyata dalam meningkatkan konsumsi masyarakat Indonesia sekaligus berkontribusi terhadap pencapaian target perjalanan wisatawan nusantara sebesar 1,176 billion perjalanan.
“Selain itu, kunjungan wisatawan mancanegara sebesar 16-17 juta,” ujar Ni Luh Puspa dalam pembukaan acara yang berkelindan dengan ulang tahun ke-10 HIPPINDO di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Senin, 8 Juni 2026.
Mengharap Tuah Rp30 Triliun dari Ratusan Mal




