Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jawa Barat, Adi Komar, mengungkapkan bahwa hingga saat ini terdapat ribuan warga Jawa Barat yang tersebar di berbagai negara Timur Tengah. Fokus utama pemerintah saat ini adalah melakukan pendataan dan pemantauan terhadap mereka yang berpotensi terkena dampak langsung konflik.
Baca Juga: Kebangkitan UMKM Jatiwangi: Program Gentengisasi Pasok Puluhan Juta Genteng ke Rumah Subsidi Jabar
“Berdasarkan data yang dihimpun dinas ketenagakerjaan Jawa barat jumlah pekerja migran Indonesia kurang lebih ada 3.960 orang sebagai pekerja migran. Kami terus monitor ini bisa juga mengakses ke hotline Jabar untuk menyampaikan bagaimana kondisinya,” ujar Adi, Rabu, 4 Maret 2026.
Menunggu Arahan Evakuasi Pusat
Terkait langkah evakuasi, Adi menegaskan bahwa otoritas daerah masih menunggu instruksi dari pemerintah pusat. Mengingat isu ini mencakup kedaulatan dan hubungan luar negeri, kebijakan penarikan warga akan dilakukan secara terpusat oleh kementerian terkait agar berjalan serempak dengan daerah lain.
“Untuk kebijakan evakuasi kami menunggu informasi teknisnya seperti apa, karena tidak hanya Jawa Barat, pemerintah pusat akan atensi juga untuk daerah-daerah lain, yang warganya ada di Timur Tengah,” katanya.
Saat ini, Pemprov Jawa Barat tengah melakukan verifikasi data yang lebih rinci, mencakup lokasi spesifik per negara dan status tempat tinggal warga, baik pekerja migran maupun pelajar. (*)






