Siasat Memotong Kompas Antrean Kuliner
Di atas kertas, manajemen BNI mencatat ada lebih dari 50 tenant kuliner dan unit usaha pendukung yang ikut mengadu peruntungan di pelataran Istora tahun ini.
Dengan volume massa yang masif, penggunaan uang tunai rawan memicu penumpukan antrean akibat urusan mencari uang kembalian.
Baca juga:Â Nonton Thailand Open 2026, Suporter RI Bisa Belanja Pakai QRIS wondr by BNI
Kehadiran duet EDC dan QRIS wondr diklaim menjadi obat mujarab untuk memotong waktu transaksi menjadi hitungan detik.
Bagi BNI, ajang olahraga berlevel internasional seperti Indonesia Open adalah etalase yang seksi untuk memperluas cakupan inklusi keuangan.
Sebagai salah satu penyokong dana utama di tubuh Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI), bank berlogo angka 46 ini ingin membuktikan bahwa kontribusi mereka tidak melulu soal pembinaan atlet di pelatnas, melainkan juga menyentuh aspek tata kelola infrastruktur finansial turnamen.
“Sebagai mitra strategis PBSI, BNI berkomitmen mendukung kemajuan bulu tangkis Indonesia secara menyeluruh. Selain mendukung pembinaan atlet dan penyelenggaraan turnamen, kami juga ingin memastikan para pengunjung memperoleh pengalaman yang lebih nyaman melalui layanan transaksi digital yang aman, cepat, dan praktis,” ujar Okki menambahkan.
Memburu Nasabah Baru di Sela Laga
Strategi BNI menggelar karpet digital di Istora sejatinya menyimpan misi bisnis yang tajam: mempopulerkan aplikasi perbankan anyar mereka, wondr by BNI.
Baca juga:Â Wamendag Roro Esti Tinjau Pasar Summerland Batam: Harga Bapok Stabil dan Puji Transaksi QRIS




