Momentum berkumpulnya ribuan pasang mata pencinta bulu tangkis dimanfaatkan sebagai ruang pamer untuk menggaet nasabah baru, mulai dari kemudahan pembukaan rekening via gawai hingga promosi program loyalitas bertajuk Rejeki wondr BNI 2026.
Efisiensi digital ini nyatanya tak hanya memanjakan kantong penonton, tetapi juga meringankan beban pembukuan para pelaku usaha di lapangan.
Kurasi data transaksi yang masuk secara otomatis lewat sistem QRIS membuat pendapatan harian para pedagang terekam secara presisi dan minim risiko kehilangan.
Bagi industri perbankan nasional, digitalisasi ajang olahraga semacam ini adalah langkah taktis untuk mempercepat transisi menuju masyarakat tanpa tunai (cashless society).
Lewat uji coba massal di Istora, BNI berharap sistem pembayaran digital mereka kian adaptif dan relevan dalam menopang target transformasi ekonomi digital yang dicanangkan pemerintah. (*)




