Ancaman Konflik Selat Hormuz Terhadap Jalur Logistik Energi
Beijing kini mengambil inisiatif diplomatik yang lebih agresif dibandingkan sikap pasif pada masa lalu. Perang bersenjata antara koalisi AS-Israel melawan militer Iran kini mengganggu urat nadi Selat Hormuz.
Akibatnya, biaya pengiriman komoditas energi dunia melonjak tajam serta menekan rantai pasok global. Pasalnya, Selat Hormuz merupakan rute tersibuk lalu lintas kapal tanker pengangkut minyak mentah internasional.
Kondisi genting ini mengancam ketahanan energi nasional banyak negara pengimpor minyak, termasuk China. Dengan demikian, pemulihan keamanan rute pelayaran internasional menjadi agenda vital bagi keberlangsungan ekonomi dunia.
Kunjungan Historis Perdana Pemimpin Oman Sejak 1978
Lawatan kenegaraan Sultan Haitham ke Beijing mencatatkan tonggak sejarah baru dalam relasi bilateral kedua negara. Agenda dua hari ini menjadi kunjungan perdana kepala negara Oman sejak hubungan diplomatik bermula pada 1978.
Sultan Haitham tiba di ibu kota Beijing sejak Minggu kemarin waktu setempat. Gubernur Bank Sentral China Pan Gongsheng menyambut langsung kedatangan rombongan delegasi kehormatan Oman.
Sultan Haitham memuji konsistensi sikap berimbang pemerintah China dalam menyikapi dinamika pergolakan kawasan. Pemimpin Oman itu menegaskan keterikatan mutlak antara keberhasilan pembangunan ekonomi dan stabilitas politik nasional.
“Kemakmuran suatu negara membutuhkan lingkungan yang ditandai dengan keamanan, perdamaian, penghormatan terhadap kedaulatan negara, serta kepatuhan terhadap hukum internasional. Dalam lingkungan seperti itu, perselisihan harus diselesaikan melalui cara-cara damai,” ujar Haitham.




