URBANCITY.CO.ID – Banyak pemilik hewan sering kali terkecoh dengan tingkah laku majikan di rumah. Gerak-gerik yang tampak menggemaskan, ternyata bisa jadi merupakan manifestasi dari tekanan psikologis yang sedang dialami anabul.
Kucing pada dasarnya memiliki sensitivitas tinggi terhadap perubahan di sekitarnya. Perubahan perilaku, nafsu makan, hingga pola buang air sering menjadi indikator awal masalah kesehatan mental mereka.
Meskipun agresivitas atau hilangnya nafsu makan mudah pemilik kenali, ada tiga perilaku lain yang kerap orang salah artikan sebagai tingkah lucu, padahal sebenarnya adalah sinyal bahaya:
1. Vokal Berlebihan
Saat merasa tertekan, kucing cenderung lebih sering bersuara. Merujuk pada data PetMD, suara yang mereka keluarkan menyampaikan pesan langsung mengenai kondisinya. Bentuknya bisa berupa mengeong, melolong, mendesis, hingga menggeram.
Baca Juga : Bukan Sekadar Empati, Ini 5 Alasan Kucing Mendekat Saat Kita Menangis
Kucing sering mengeong atau melolong terus-menerus sebagai seruan untuk mencari perhatian pemiliknya. Di sisi lain, mendesis dan menggeram adalah respons alami saat mereka merasa terancam oleh lingkungan.
2. Sering Menjilati Tubuh
Grooming atau merawat diri sendiri sebenarnya membantu kucing melepaskan endorfin untuk menciptakan rasa puas dan bahagia. Namun, dalam situasi yang menegangkan, mereka akan menjilat tubuh secara berlebihan untuk menenangkan diri. Jika pemilik membiarkan kebiasaan ini, dampaknya bisa memicu iritasi kulit yang serius.




