URBANCITY.CO.ID – PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP Nonpetikemas) terus memacu transformasi pelabuhan berkelanjutan lewat standardisasi operasional berwawasan lingkungan.
Anak usaha Pelindo Group ini berkomitmen mengintegrasikan konsep green port dengan perlindungan ketat terhadap kesehatan para pekerja di garis depan operasional terminal.
Langkah strategis ini menjadi bagian dari implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Sebagai operator terminal multipurpose, perusahaan mengincar penurunan emisi karbon sekaligus memitigasi risiko kecelakaan serta penyakit akibat kerja di pelabuhan.
Elektrifikasi Alat Bongkar Muat dan Mitigasi Pencemaran Laut
Direktur Utama PTP Nonpetikemas, Indra Hidayat Sani, menegaskan bahwa perbaikan kualitas lingkungan kerja di dalam ekosistem kepelabuhanan berdampak langsung pada ketangguhan roda bisnis korporasi.
Baca Juga: Garam Australia 15 Ribu Ton Serbu Cirebon, PTP Nonpetikemas Genjot Bongkar Muat
Green port bukan hanya tentang menjaga lingkungan, tetapi juga tentang memastikan keberlangsungan operasional yang sehat dan aman bagi pekerja.
“Kami memandang bahwa perlindungan terhadap kesehatan pekerja adalah bagian yang tidak terpisahkan dari keberlanjutan bisnis,” urai Indra Hidayat Sani dalam keterangan resminya.
Untuk menekan ketergantungan pada bahan bakar fosil, PTP Nonpetikemas mengadopsi berbagai inovasi hijau di lapangan.
Di antaranya lewat penggunaan lampu LED hemat daya, pemanfaatan overhead crane (OHC), serta program elektrifikasi masif pada alat berat bongkar muat demi menciptakan operasional pelabuhan rendah emisi.




