Selain itu, pengelolaan limbah berbasis prinsip 3R serta pemenuhan sertifikasi ISO 14001 dan penilaian PROPER terus ditingkatkan.
Baca Juga: Lampaui Target, PTP Nonpetikemas Kebut Terminalisasi Logistik di Pelabuhan Ciwandan
Di sektor dermaga curah cair, penanganan risiko pencemaran laut dikawal ketat dengan menyiagakan oil boom sebelum kapal bersandar, didukung oleh pelatihan kesiapsiagaan berstandar IMO OPRC.
Digitalisasi HSSE dan Proteksi Pekerja dari Paparan Polusi Debu
Aktivitas bongkar muat komoditas curah kering memiliki risiko paparan debu yang tinggi. Senior Manager Sekretaris Perusahaan PTP Nonpetikemas, Fiona Sari Utami, menambahkan bahwa modernisasi pelabuhan wajib menaruh kepedulian tertinggi pada aspek keselamatan manusia.
“Green port adalah kebutuhan, bukan lagi pilihan. Industri pelabuhan harus bergerak menuju operasional yang lebih bersih dan berkelanjutan, karena di balik itu ada aspek yang paling penting, yaitu kesehatan dan keselamatan manusia,” tegas Fiona Sari Utami.
Manajemen menerapkan instrumen penilai risiko khusus bernama HIRADC (Hazard Identification, Risk Assessment and Determining Control) serta Health Risk Assessment (HRA) di 11 cabang wilayah operasional.
Baca Juga: Dukung Logistik Sawit, PTP Nonpetikemas Bengkulu Sukses Uji Coba Layanan Drop Tank Perdana
Upaya penekanan polusi dilakukan melalui penyiraman area dermaga dan stockpile secara berkala, pemasangan dust suppression system, serta pemantauan lapangan real-time via aplikasi digital HSSE Dashboard.










