URBANICITY.CO.ID – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, meninjau langsung progres pembangunan rumah apung inovatif di kawasan Muara Angke, Jakarta Utara, Sabtu (8/3).
Proyek ini mewujud sebagai langkah nyata program tiga juta rumah yang mengedepankan kolaborasi gotong royong antara pemerintah, akademisi, aparat keamanan, dan sektor swasta.
Bagi masyarakat urban, inisiatif ini merepresentasikan solusi hunian masa depan yang cerdas, tangguh terhadap bencana, dan sangat memanusiakan warga pesisir.
Saat berdialog dengan penghuni, Maruarar memastikan kualitas hunian yang diberikan memenuhi standar kenyamanan yang layak.
Ia secara langsung mengonfirmasi fasilitas hunian tersebut kepada warga yang menempati lokasi.
Baca juga : Kebijakan Strategis 2025: Wujudkan Impian Gen Z dan Milenial Miliki Rumah Sendiri
“Bagus Pak, bayar atau gratis? Gratis. Listriknya bayar atau gratis? Gratis. Bangunannya ada retak-retak atau bagus bangunannya?” tanya Ara kepada warga.
Ara menuntut tanggung jawab penuh dari pihak pengembang untuk mengutamakan kualitas di atas profit semata.
Ia mengajak masyarakat untuk turut serta mengawasi setiap proses pembangunan agar tercipta hunian yang aman dan berkelanjutan.
Mengadopsi Teknologi Green Building Berkelanjutan
Pemerintah menerapkan konsep green building melalui pemanfaatan panel surya sebagai sumber energi listrik mandiri di setiap unit rumah.
Fasilitas energi terbarukan ini menjadi bentuk investasi jangka panjang pemerintah dalam memberikan kenyamanan hunian tanpa membebani biaya operasional warga.




