Pidato Prabowo di WEF: Soroti MBG, Tambang Ilegal, dan Ekonomi RI

Presiden Prabowo Subianto berpidato di Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, pada 22 Januari. (X/kemensetnegRI)

URBANCIY.CO.ID – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto telah menyampaikan berbagai pernyataan penting di Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos, Swiss, pada Kamis tanggal 22 Januari. Pernyataan itu disampaikan oleh Prabowo yang mendapatkan giliran keempat untuk berpidato, membahas pendekatan yang disebut Prabowonomics.

Dalam pidatonya, ia membahas mulai dari program makan bergizi gratis (MBG), pencabutan izin tambang ilegal, penguatan ekonomi RI, hingga dukungan terhadap perdamaian dunia melalui Board of Peace (BoP).

Berikut adalah sejumlah pembahasan utama yang disampaikan oleh Prabowo saat pidato di World Economic Forum Annual Meeting Davos 2026.

Pertama, Prabowo memamerkan keberhasilan program makan bergizi gratis (MBG) yang telah melayani 59,8 juta makanan untuk lebih dari 59 juta warga Indonesia, mulai dari anak-anak, ibu hamil, ibu menyusui, dan lansia.

Baca Juga : Presiden Prabowo Apresiasi MBR Miliki Rumah Melalui KPR FLPP BTN

“Dua bulan pertama pemerintahan saya, kami melaksanakan program efisiensi ketat. Kami menghemat US$80 miliar (sekitar Rp1,280 triliun) dengan menyetop program tak efisien dari budget,” kata Prabowo.

“Kami mengalihkan dana ini ke proyek yang secara langsung meningkatkan taraf hidup dan berdampak pada semua masyarakat,” lanjutnya.

Prabowo mengatakan pada 6 Januari 2025, Indonesia memulai program makan bergizi gratis untuk ibu hamil, menyusui, bayi, dan anak-anak Indonesia.

Kedua, Prabowo hadir di Davos untuk pengumuman BoP yang digagas oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Kehadirannya sekaligus memastikan RI resmi bergabung dalam dewan tersebut.

Kepastian Prabowo resmi masuk Dewan Perdamaian dikuatkan dengan teken komitmen yang disaksikan langsung Trump.

“Ya, ini adalah hari yang sangat menggembirakan. Sudah lama dipersiapkan,” kata Trump dalam pidatonya.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan pertimbangan Prabowo gabung ke dewan tersebut ialah demi percepatan proses perdamaian di Jalur Gaza.

“Kalau secara kehendak, ya tentunya bapak presiden (Prabowo) akan mempertimbangkan untuk bergabung, karena yang penting kan tujuan. Tujuannya adalah mempercepat proses perdamaian di Gaza,” kata Pras di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (22/1).

Ketiga, Prabowo juga menyampaikan RI telah mencabut perizinan 28 perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran kerusakan hutan dan memicu bencana Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

Ia mencabut izin tersebut setelah Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) melaporkan dugaan pelanggaran pada 19 Januari.

“Kami memutuskan untuk menyita atau mencabut izin dari 28 perusahaan yang memiliki izin atas lahan seluas lebih dari 1,01 juta hektare. Saya mencabutnya karena kami menemukan mereka melanggar hukum,” kata Prabowo dalam pidatonya.

Prabowo juga memamerkan bahwa dalam satu tahun kepemimpinannya, pihaknya telah menyita sekitar 4 juta hektare lahan.

Keempat, Prabowo menyatakan keyakinannya bahwa perekonomian Indonesia akan mengalami pertumbuhan yang signifikan dalam beberapa tahun mendatang.

“Sekali lagi, saya ingin menegaskan bahwa saya yakin pertumbuhan kita, pertumbuhan ekonomi kita (Indonesia), akan sangat mengejutkan banyak orang di dunia,” kata Prabowo.

“Indonesia terus tumbuh. Ekonomi Indonesia tumbuh lebih dari 5% setiap tahun selama dekade terakhir. Dan saya yakin bahwa tahun ini, pertumbuhan kita akan lebih tinggi,” tambah dia.

Prabowo juga menyampaikan tingkat inflasi Indonesia yang bertahan di sekitar 2 persen.

“Defisit pemerintah kita sekarang dijaga di bawah 3 persen dari PDB kita. Lembaga-lembaga internasional tidak memuji kita karena optimisme yang tidak berdasar,” ujarnya.

Kelima, Prabowo menyatakan Indonesia senantiasa terbuka bagi penanaman modal dari sektor swasta, termasuk investasi asing. Ia mengatakan pertumbuhan ekonomi membutuhkan peran sektor swasta yang dinamis.

“Pertumbuhan ekonomi membutuhkan sektor swasta yang dinamis. Indonesia selalu dan akan selalu terbuka untuk investasi asing dan domestik,” kata Prabowo dalam World Economic Forum Annual Meeting Davos 2026, Kamis (22/1).

Prabowo pun menyatakan prasyarat untuk meningkatkan investasi adalah kondisi politik dan ekonomi yang stabil.

Selain itu, ia mengatakan prasyarat lainnya ialah kepastian serta penegakan hukum yang adil dan tak pandang bulu.

“Dijamin oleh pemerintahan yang kuat, bersih, dan demokratis. Indonesia saat ini menawarkan pertumbuhan berkelanjutan dengan stabilitas,” ucapnya.

Akhirnya, Prabowo juga menyentil praktik pengusaha serakah yang ia sebut dengan ‘greedynomics’ saat pidato di World Economic Forum.

Baca Juga : OJK Serahkan Dua Tersangka Kasus Penghimpunan Dana Ilegal ke Kejaksaan

“Saya tidak menyebut ini sebagai pasar bebas. Saya menyebutnya secara terbuka: greedyonomics. Ekonomi keserakahan. Praktik-praktik ekonomi rakus,” ujar Prabowo.

Prabowo menilai pengusaha nakal merasa bisa berbuat apa saja karena memiliki banyak uang dan tak menghormati kedaulatan Indonesia.

Ia pun menantang mereka jika masih berani bermain-main dengan hukum di pemerintahannya. Ia menyatakan takkan pandang bulu dalam menegakkan aturan yang berlaku.

“Baiklah, saya menantang mereka untuk mencoba menyuap pejabat untuk pemerintahan saya. Mereka akan mendapat kejutan besar,” ucapnya.

Related Posts

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
news-1701

sabung ayam online

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

slot thailand

yakinjp

yakinjp

yakin jp

yakinjp id

maujp

maujp

maujp

maujp

sabung ayam online

sabung ayam online

judi bola online

sabung ayam online

judi bola online

slot mahjong ways

slot mahjong

sabung ayam online

judi bola

live casino

sabung ayam online

judi bola

live casino

SGP Pools

slot mahjong

sabung ayam online

slot mahjong

118000676

118000677

118000678

118000679

118000680

118000681

118000682

118000683

118000684

118000685

118000686

118000687

118000688

118000689

118000690

118000691

118000692

118000693

118000694

118000695

118000696

118000697

118000698

118000699

118000700

118000701

118000702

118000703

118000704

118000705

118000706

118000707

118000708

118000709

118000710

118000711

118000712

118000713

118000714

118000715

118000716

118000717

118000718

118000719

118000720

128000681

128000682

128000683

128000684

128000685

128000686

128000687

128000688

128000689

128000690

128000691

128000692

128000693

128000694

128000695

128000726

128000727

128000728

128000729

128000730

128000731

128000732

128000733

128000734

128000735

128000736

128000737

128000738

128000739

128000740

138000441

138000442

138000443

138000444

138000445

138000446

138000447

138000448

138000449

138000450

138000451

138000452

138000453

138000454

138000455

138000456

138000457

138000458

138000459

138000460

138000436

138000437

138000438

138000439

138000440

138000441

138000442

138000443

138000444

138000445

138000446

138000447

138000448

138000449

138000450

138000451

138000452

138000453

138000454

138000455

138000456

138000457

138000458

138000459

138000460

158000346

158000347

158000348

158000349

158000350

158000351

158000352

158000353

158000354

158000355

208000361

208000362

208000363

208000364

208000365

208000366

208000367

208000368

208000369

208000370

208000401

208000402

208000403

208000404

208000405

208000408

208000409

208000410

208000416

208000417

208000418

208000419

208000420

208000421

208000422

208000423

208000424

208000425

208000426

208000427

208000428

208000429

208000430

208000431

208000432

208000433

208000434

208000435

228000061

228000062

228000063

228000064

228000065

228000066

228000067

228000068

228000069

228000070

228000071

228000072

228000073

228000074

228000075

228000076

228000077

228000078

228000079

228000080

228000081

228000082

228000083

228000084

228000085

228000086

228000087

228000088

228000089

228000090

228000091

228000092

228000093

228000094

228000095

228000096

228000097

228000098

228000099

228000100

228000101

228000102

228000103

228000104

228000105

228000106

228000107

228000108

228000109

228000110

228000111

228000112

228000113

228000114

228000115

228000116

228000117

228000118

228000119

228000120

news-1701