URBANCITY.CO.ID – Lembaga Amil Zakat Nasional dan Nazhir Wakaf Baitulmaal Muamalat (BMM) bergerak cepat meringankan beban warga terdampak banjir di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara. Sebanyak 100 paket sembako disalurkan kepada 100 kepala keluarga atau sekitar 400 jiwa yang terdampak luapan air pada Februari lalu.
Penyaluran bantuan ini mendapat dukungan penuh dari PT Bank Muamalat Indonesia Tbk. Tim di lapangan menyisir dua lokasi terdampak, yakni Desa Lopian di Kecamatan Badiri dan Desa Anggoli di Kecamatan Sibabangun. Paket bantuan yang diberikan berisi kebutuhan pokok krusial, mulai dari beras, minyak goreng, gula, hingga suplemen tambahan seperti susu dan kurma.
Proses distribusi dilakukan dengan menggandeng aparatur desa setempat guna memastikan bantuan jatuh ke tangan yang tepat secara tertib.
Direktur Eksekutif BMM, Tegar Sangga Barkah, menyatakan bahwa langkah ini merupakan bentuk respons instan lembaga terhadap kondisi darurat di Tapanuli Tengah. Ia berharap bantuan ini tak sekadar mengisi perut yang lapar, tapi juga memantik semangat solidaritas di tengah masyarakat.
Baca Juga : Pimpin Turnaround Plan Bank Muamalat, Imam Teguh Saptono Raih Penghargaan Best CEO 2025
“Kami memastikan amanah para donatur telah disampaikan kepada masyarakat yang membutuhkan. Khususnya dalam pemenuhan kebutuhan pangan bagi para penyintas agar dapat bertahan dalam fase pascabencana,” ujar Tegar dalam keterangan tertulisnya, Senin, 2 Maret 2026.
Senada dengan Tegar, Pembina Yayasan BMM sekaligus Direktur Utama Bank Muamalat, Imam Teguh Saptono, menyampaikan empati mendalam atas musibah yang menimpa warga. Menurutnya, kecepatan distribusi menjadi kunci mengingat kondisi psikologis warga yang masih dalam tahap pemulihan dari bencana serupa tahun lalu.
“Kondisi warga yang belum sepenuhnya pulih pasca banjir bandang dan longsor tahun lalu, membuat BMM bergerak cepat mengirimkan bantuan. Kami berharap bantuan ini menjadi penguat langkah masyarakat untuk bertahan dan bangkit kembali,” pungkas Imam.
Hingga saat ini, BMM berkomitmen untuk terus memantau kondisi di lapangan dan hadir dalam setiap fase darurat maupun pemulihan masyarakat yang tertimpa bencana di berbagai wilayah Indonesia.




