URBANCITY.CO.ID – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mulai mematangkan strategi operasional untuk menghadapi arus mudik Lebaran 2026 di wilayah Kepulauan Riau (Kepri).
Mengingat karakteristik wilayah yang didominasi lautan, ASDP memprediksi akan terjadi kenaikan mobilitas sebesar 15 persen dibandingkan tahun lalu, terutama pada simpul penyeberangan utama di Batam dan Bintan.
Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menegaskan bahwa perencanaan presisi menjadi kunci dalam melayani mobilitas antarpulau yang krusial bagi ekonomi dan sosial masyarakat Kepri. Pihaknya berfokus pada keseimbangan antara kapasitas angkut dan keselamatan pelayaran.
Karakteristik wilayah kepulauan menuntut perencanaan operasi yang presisi. Karena itu, pihaknya memperkuat armada, menambah frekuensi perjalanan, serta mengatur pola operasi secara terukur.
Baca Juga: ASDP Siapkan Skema Refund Tiket Mudik Lebaran 2026 bagi Penumpang yang Sudah Beli Tiket Awal
“Prinsip kami jelas, kapasitas harus seimbang dengan kebutuhan, dan keselamatan tetap menjadi prioritas utama,” ujar Heru melalui keterangan tertulis, Senin, 2 Maret 2026.
Prediksi Arus di Telaga Punggur dan Tanjung Uban
Data ASDP Cabang Batam memproyeksikan Pelabuhan Telaga Punggur akan melayani sekitar 64.483 penumpang dan 18.210 kendaraan. Sementara itu, Pelabuhan Tanjung Uban diperkirakan bakal menangani 61.822 penumpang serta 17.666 kendaraan.
General Manager ASDP Cabang Batam, Reno Yulianto, mengungkapkan titik kritis pergerakan massa diprediksi terjadi pada 19 dan 24 Maret 2026.




