URBANCITY.CO.ID – PT Pertamina Patra Niaga (PPN) memperkuat komitmen menjaga kelestarian lingkungan di sekitar wilayah operasionalnya. Sepanjang tahun 2025, anak usaha Pertamina di sektor hilir ini tercatat telah menanam lebih dari 22 ribu pohon di berbagai titik strategis sekitar kilang dan unit operasi.
Langkah ini merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan yang mengacu pada prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Upaya ini juga selaras dengan ambisi pemerintah dalam mengejar target Net Zero Emission (NZE) pada 2060 atau lebih awal.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth M.V. Dumatubun, menyatakan bahwa aspek lingkungan menjadi prioritas utama dalam menjalankan operasional kilang. Ia menegaskan bahwa perusahaan tidak bisa dipisahkan dari ekosistem alam dan masyarakat sekitar.
“Menanam pohon merupakan bagian dari upaya untuk menjaga kelestarian bumi serta lingkungan. Dan PPN adalah bagian tak terpisahkan dengan lingkungan dan masyarakat, karena itulah kami juga memiliki tanggung jawab untuk ikut merawatnya,” ujar Roberth dalam keterangan resminya, Kamis, 5 Maret 2026.
Baca Juga : Efisiensi Pertamina EP Cepu Regional 4 Tembus US$ 53 Juta, Melampaui Target Stretch 2025
Aksi penanaman pohon ini melibatkan seluruh unsur perusahaan, mulai dari refinery unit, anak perusahaan, hingga afiliasi. Lokasi penanaman tersebar di wilayah krusial seperti Kilang Dumai, Sei Pakning, Plaju, Cilacap, Balikpapan, Balongan, hingga Kasim.
Entitas pengolahan lainnya, seperti PT Trans-Pacific Petrochemical Indotama (TPPI), PT Petro Oxo Nusantara (PON), PT Polytama, PT Kilang Pertamina Balikpapan, dan proyek GRR Tuban, turut berkontribusi dalam gerakan serupa.
Varietas pohon yang ditanam pun dipilih berdasarkan fungsi ekologis dan manfaat ekonominya. Mulai dari pohon buah (durian, matoa, kelengkeng), pohon berbatang keras (meranti, cendana), hingga tanaman mangrove untuk mencegah abrasi dan menyerap emisi karbon.
“Kami senang dan bangga bisa ikut serta dalam aksi penanaman pohon ini. Pohon-pohon tersebut tidak hanya berfungsi sebagai penjaga keseimbangan ekologi, namun juga bermanfaat sebab buahnya bisa dikonsumsi oleh masyarakat,” ungkap Roberth.
Selain penghijauan, Pertamina Patra Niaga juga menginisiasi pengelolaan sampah di 58 lokasi di seluruh Indonesia. Program ini telah melibatkan hampir 2.500 warga dan berhasil mengumpulkan sekitar 4,7 ton sampah per tahun, di mana 2,3 ton di antaranya berhasil didaur ulang.
Menariknya, di Kilang Cilacap, kolaborasi dengan bank sampah lokal kini mencakup pengumpulan minyak jelantah (Used Cooking Oil/UCO). Limbah ini diolah kembali menjadi Pertamina Sustainable Aviation Fuel (PertaminaSAF), bahan bakar aviasi ramah lingkungan.
“Kami percaya bahwa keberlanjutan hanya bisa tercapai apabila bisnis tumbuh seiring dengan kepedulian terhadap lingkungan. Sebab menjaga lingkungan bukan hanya sekadar ikhtiar untuk merawat alam, tapi juga menjadi budaya kerja di PPN,” pungkas Roberth.




