URBANCITY.CO.ID – Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman buka suara mengenai kelanjutan proyek pengadaan motor listrik di Badan Gizi Nasional (BGN). Proyek ambisius yang diinisiasi oleh mantan Kepala BGN, Dadan Hindayana, tersebut kini tengah menjadi sorotan tajam setelah terbelit kasus dugaan penggelembungan anggaran (mark up).
Dudung mengungkapkan bahwa proses perakitan puluhan ribu motor listrik yang ditujukan untuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) itu masih berjalan. Berdasarkan hasil pengecekan, seluruh unit kendaraan tersebut rupanya telah dilunasi di awal masa pengadaan.
“Setelah dicek rupanya per 7 April ini masih dalam perakitan dan tapi ini sudah dibayar oleh pejabat lama ya,” kata Dudung saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, 10 Juni 2026.
Pemanfaatan Dialihkan ke Skema Cicilan Pegawai
Terkait peruntukan puluhan ribu motor listrik tersebut ke depan, Dudung menyatakan keputusan akhir akan berada di tangan Kepala BGN yang baru, Nanik S Deyang, serta arahan langsung dari Presiden.
“Nanti keputusan nanti terserah Kepala BGN, kalau misalnya nanti ada keputusan dari Presiden dialihkan ke mana yang bermanfaat,” ujar Dudung.
Meski demikian, Dudung melemparkan wacana alternatif agar aset kendaraan tersebut tidak mangkrak. Ia menilai motor listrik itu bisa dialihkan kepada para pekerja SPPG yang berminat melalui skema cicilan mandiri, mengingat pendapatan mereka dianggap sudah mencukupi.
“Toh gajinya SPPG itu kan lumayan tuh enam jutaan, kalau nyicil satu motor kan cukup. Enggak perlu-perlu amatlah kalau menurut saya,” tutur mantan Kasad tersebut.




