URBANCITY.CO.ID – Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa siklus tahunan Ramadan dan Idulfitri merupakan pendorong utama pertumbuhan industri halal nasional.
Lonjakan konsumsi masyarakat pada sektor makanan-minuman, fesyen muslim, hingga kosmetik kini tidak lagi sekadar pemenuhan kebutuhan religi, melainkan telah bertransformasi menjadi sektor ekonomi bernilai tinggi.
Agus menyatakan, besarnya populasi muslim di Indonesia serta meningkatnya kesadaran konsumen akan produk higienis menempatkan Indonesia pada posisi strategis sebagai calon pusat industri halal dunia.
Menurtnya, ndustri halal bukan sekadar memenuhi kebutuhan keagamaan masyarakat, tetapi juga merupakan peluang ekonomi yang sangat besar.
“Dengan jumlah penduduk muslim yang besar serta meningkatnya kesadaran konsumen terhadap produk halal, Indonesia memiliki potensi kuat untuk menjadi salah satu pusat industri halal dunia,” ujar Menperin dalam keterangan resminya, Rabu, 11 Maret 2026.
Baca Juga: Kemenperin Perkuat Standar Mutu Emas Nasional Guna Pacu Ekspor Perhiasan yang Naik 65 Persen
Sertifikasi Halal Sebagai Jaminan Kualitas
Menurut Agus, persepsi publik terhadap produk halal kini telah bergeser. Label halal kini identik dengan jaminan kualitas, keamanan bahan baku, serta transparansi proses produksi yang higienis.
Oleh karena itu, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) gencar mendorong pelaku industri, terutama Industri Kecil dan Menengah (IKM), untuk segera mengantongi sertifikasi halal.
Sertifikasi ini dinilai sebagai instrumen vital untuk meningkatkan daya saing, baik di pasar domestik maupun mancanegara.




