URBANCITY.CO.ID – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menggelar pertemuan strategis dengan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi di Jakarta, Selasa, 31 Maret 2026.
Pertemuan ini membahas percepatan program bedah rumah (BSPS) serta penyediaan rumah susun (rusun) subsidi di wilayah padat penduduk seperti Depok dan Bekasi.
Maruarar, yang akrab disapa Ara, mengumumkan bahwa peluncuran besar-besaran program bedah rumah di Jawa Barat akan dimulai pada 13 April 2026 di Kabupaten Bandung.
Langkah ini merupakan instruksi langsung Presiden Prabowo Subianto untuk menggenjot kualitas hunian rakyat.
Baca Juga: Maruarar Sirait Tinjau Bedah Rumah di Tangerang, Kuota BSPS Banten 2026 Naik Signifikan
“Hari ini saya bersama KDM yang dibahas pertama adalah program bedah rumah. Bedah rumah ini kita akan adakan kegiatan tanggal 13 April 2026 di Kabupaten Bandung untuk diluncurkan di Jawa Barat,” ujar Maruarar.
Aplikasi BSPS: Warga Bisa Lapor Langsung
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyoroti kendala klasik dalam program renovasi rumah tidak layak huni (Rutilahu), yakni rantai birokrasi yang panjang.
Selama ini, usulan harus melewati kepala desa hingga tingkat provinsi, yang sering kali menghambat akses warga miskin.
Sebagai solusi, Pemerintah Provinsi Jawa Barat bekerja sama dengan Kementerian PKP akan meluncurkan aplikasi khusus.
Melalui platform ini, warga, tokoh masyarakat, hingga aktivis media sosial bisa mengunggah data rumah yang butuh perbaikan secara langsung.
Baca Juga: Alokasi Bedah Rumah BSPS Majalengka Naik Drastis Jadi 1.030 Unit di 2026, Ini Rinciannya




