URBANCITY.CO.ID – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, memberikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah atas performa impresif dalam sektor perumahan nasional.
Dalam pertemuan dengan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi di Jakarta, Kamis, 2 April 2026, pria yang akrab disapa Ara ini mengungkapkan bahwa Jawa Tengah kini menjadi ujung tombak penyerapan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan.
Menurut Ara, keberhasilan Jawa Tengah dalam mengoptimalkan KUR Perumahan membuktikan bahwa sektor properti dapat menjadi lokomotif ekonomi yang tangguh di tingkat daerah.
“Saya dengar Jawa Tengah adalah provinsi terbesar menyerap KUR perumahan. Terima kasih Pak Gubernur, serta bapak dan ibu bupati,” ujar Menteri Ara.
Baca Juga: Kebangkitan UMKM Jatiwangi: Program Gentengisasi Pasok Puluhan Juta Genteng ke Rumah Subsidi Jabar
Ini adalah program andalan Presiden Prabowo Subianto untuk menggerakkan sektor perumahan, karena perumahan ini menggerakkan pertumbuhan ekonomi yang besar sekali.
Target 40.000 Rumah Subsidi
Meski secara demografi menempati urutan ketiga penduduk terbanyak di Indonesia, Jawa Tengah justru menyodok ke peringkat kedua nasional dalam program rumah subsidi. Atas prestasi tersebut, Kementerian PKP berencana menambah kuota secara signifikan pada tahun mendatang.
“Prestasinya baik sekali Pak Gubernur. Kalau boleh, tahun ini kami alokasikan rumah subsidi sebanyak 40.000 unit untuk Jawa Tengah,” kata Menteri Ara.
Sektor perumahan dianggap vital karena memiliki efek domino terhadap banyak sektor lapangan kerja, mulai dari pengembang, kontraktor, arsitek, hingga toko bangunan dan buruh konstruksi.




