URBANCITY.CO.ID – Menteri Perdagangan Budi Santoso resmi meluncurkan Program Campuspreneur di Auditorium Universitas Sebelas Maret (UNS), Surakarta, Kamis, 2 April 2026.
Kolaborasi antara Kementerian Perdagangan dengan 19 perguruan tinggi ini ditargetkan menjadi rahim bagi lahirnya wirausaha muda yang tidak hanya jago kandang, tetapi juga berorientasi ekspor.
Mendag yang akrab disapa Busan ini menegaskan bahwa paradigma mahasiswa harus diubah dari pencari kerja menjadi pencipta lapangan kerja melalui inovasi bisnis sejak bangku kuliah.
“Hari ini, kita bersama-sama meluncurkan Program Campuspreneur. Kami ingin anak-anak kita menciptakan lapangan kerja. Tidak mencari kerja, tapi menciptakan lapangan kerja baru yang dimulai sejak kuliah. Ketika lulus, sudah jadi pengusaha,” ujar Mendag Busan.
Baca Juga: Sokong Swasembada Pangan, Mendag Busan Dorong Bulog Maksimalkan Sistem Resi Gudang
Fondasi Domestik Menuju Pasar Global
Program Campuspreneur dirancang dengan strategi bertahap. Mahasiswa didorong memperkuat basis usaha di pasar domestik sebelum melirik pasar internasional.
Budi optimistis peluang ekspor masih terbuka lebar, merujuk pada kinerja ekspor nasional Januari–Februari 2026 yang tumbuh 2,19 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Untuk memuluskan langkah tersebut, Kemendag menyiapkan karpet merah melalui pemanfaatan 20 perjanjian dagang internasional yang telah terimplementasi.
“Kami ingin adik-adik mahasiswa yang nanti menjadi eksportir bisa mengakses pasar ekspor yang telah dibuka melalui berbagai perjanjian dagang. Sehingga, pasarnya nanti ada dan tidak banyak mendapatkan gangguan atau hambatan perdagangan,” tutur Mendag Busan.




