URBANCITY.CO.ID – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menganalogikan taktik pemerintah dalam menjaga ketahanan energi nasional dengan gaya permainan klub sepak bola asal Spanyol, Barcelona. Bahlil menyebut pemerintah kini menerapkan kombinasi strategi bertahan dan menyerang secara simultan.
“Kementerian ESDM berpikir seperti main bola, seperti Barcelona bertahan dan menyerang,” ujar Bahlil dalam konferensi pers yang digelar di Jakarta, Senin, 20 April 2026.
Menahan Laju Penurunan Lifting, Menyerang Sumur Baru
Bahlil menjelaskan, posisi “bertahan” diimplementasikan melalui upaya keras kementerian dalam mempertahankan produksi (lifting) migas nasional agar tidak terus merosot. Sementara itu, posisi “menyerang” dilakukan dengan gencar mencari potensi sumber energi baru guna memenuhi kebutuhan domestik yang terus meningkat.
Melalui strategi ini, pemerintah optimistis target lifting minyak mentah dapat digenjot secara signifikan pada masa mendatang. “Harapannya, target (lifting) 2029-2030 semakin hari semakin membuahkan hasil, targetnya 900 ribu hingga 1.000 ribu barel,” jelas Bahlil.
Baca Juga : Hadapi Gejolak Global, Pertamina Akselerasi Proyek Energi Baru Terbarukan
Temuan Gas Jumbo di Kalimantan Timur
Sebagai bukti dari strategi “menyerang”, Bahlil mengumumkan penemuan cadangan gas raksasa dengan total potensi mencapai 7 triliun cubic feet (Tcf) di wilayah Kalimantan Timur. Temuan tersebut berasal dari Blok Geliga dan Blok Gula yang dikelola oleh raksasa migas asal Italia, Eni.
Bahlil merinci, Blok Geliga menyumbang sekitar 5 Tcf gas serta kondensat sekitar 300 juta barel minyak ekuivalen. Dengan temuan ini, Eni diproyeksikan bakal memaksimalkan produksi gas hingga 2.000 MMSCFD pada 2028, dan meningkat menjadi 3.000 MMSCFD pada 2030.
“Ini adalah strategi bagaimana gas kita tidak kita lakukan impor dari negara manapun, kita harus memenuhi kebutuhan dalam negeri,” tegas mantan Kepala BKPM tersebut.




