URBANCITY.CO.ID – PT Gagas Energi Indonesia (PGN Gagas) menyatakan dukungannya terhadap langkah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang tengah mengkaji pemanfaatan Compressed Natural Gas (CNG) untuk memperkuat bauran energi nasional.
Anak perusahaan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) ini menilai kebijakan tersebut merupakan momentum strategis untuk mengoptimalkan potensi gas bumi domestik.
Direktur Utama PGN Gagas, Santiaji Gunawan, menegaskan bahwa pengembangan CNG bertujuan untuk memperkaya opsi energi bagi masyarakat dan pelaku usaha, bukan sebagai instrumen pengganti energi yang sudah ada secara absolut.
“Kami melihat ini bukan soal menggantikan satu energi dengan energi lain, melainkan memperluas pilihan. Masyarakat maupun pelaku usaha membutuhkan akses terhadap beragam sumber energi yang andal, terjangkau, dan berbasis sumber daya dalam negeri,” ujar Santiaji dalam keterangannya.
Baca Juga: Laba Bersih PGN Kuartal I 2026 Tembus USD 90,45 Juta, Tumbuh 45,84 Persen
CNG merupakan salah satu opsi energi yang telah tersedia dan dapat terus dikembangkan secara bertahap sesuai dengan arah kebijakan pemerintah.
Realisasi Penyaluran dan Jangkauan Pasar
Sebagai bagian dari Subholding Gas Pertamina, PGN Gagas mencatat performa operasional yang signifikan sepanjang tahun 2025. Perusahaan melaporkan total penyaluran gas bumi melalui layanan CNG dan LNG mencapai 4.656.449 MMBTU.
Khusus untuk layanan Gaslink yang menyasar segmen industri, komersial, hingga UMKM, volume penyaluran tercatat sebesar 4.067.002 MMBTU dengan total jangkauan lebih dari 600 pelanggan. Layanan ini menjadi solusi bagi area yang belum terjangkau oleh jaringan pipa gas bumi permanen.




