URBANCITY.CO.ID – Di tengah ketatnya persaingan investasi energi global, sektor hulu minyak dan gas bumi (migas) Indonesia dinilai masih memiliki daya tarik kuat bagi pemodal internasional.
Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, menegaskan bahwa komitmen ekspansi para investor menjadi indikator konkret daya saing nasional yang tetap kompetitif.
“Indonesia ini masih good untuk berinvestasi di hulu migas,” ujar Djoko usai menerima jajaran manajemen Jadestone Energy di Jakarta, Kamis, 23 April 2026.
Pertemuan tersebut dihadiri langsung oleh CEO Jadestone Energy T. Mitch Little dan Country Manager Jadestone Energy Indonesia Andi Iwan Uzamah.
Baca Juga: PEP Ramba Field Gadeng Kejari Muba dan SKK Migas Amankan Aset BMN
Dalam kesempatan itu, perusahaan migas asal Singapura tersebut memaparkan rencana strategis untuk memperkuat pijakannya di tanah air melalui akuisisi dan kemitraan agresif.
Fokus pada Aset Produksi dan ‘Stranded Assets’
Andi Iwan Uzamah mengungkapkan bahwa strategi perusahaan saat ini berfokus pada optimalisasi aset-aset yang sudah memasuki tahap pengembangan maupun produksi agar dapat memberikan dampak ekonomi secara cepat.
“Fokus kami adalah aset yang sudah di tahap development atau produksi agar dapat segera dioptimalkan. Kami juga membuka peluang kerja sama strategis, baik melalui kemitraan maupun akuisisi, termasuk untuk aset-aset yang belum tergarap optimal (stranded assets),” jelas Andi.
Langkah ini dipandang strategis bagi industri hulu migas nasional. Komitmen Jadestone dinilai bukan sekadar ekspansi korporasi, melainkan validasi bahwa Indonesia masih menjadi destinasi investasi yang menjanjikan di era transisi energi.




