URBANCITY.CO.ID – Menteri Perdagangan Budi Santoso menegaskan pentingnya kolaborasi strategis antara pemerintah dan dunia usaha untuk menjaga resiliensi perdagangan nasional.
Dalam pembukaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kadin Bidang Perdagangan 2026, Mendag yang akrab disapa Busan ini memaparkan peta jalan penguatan pasar domestik dan ekspansi global guna mengejar target pertumbuhan ekonomi 8 persen.
Kemendag kini menitikberatkan pada tiga program utama: Pengamanan Pasar Dalam Negeri, Perluasan Pasar Ekspor, serta program “Dari Lokal untuk Global”. Budi menyebut Kadin sebagai mitra krusial untuk menjembatani kebijakan pusat ke tingkat daerah.
“Di tengah tantangan global, Indonesia menjaga kinerja perdagangan melalui penguatan pasar domestik, ekspansi pasar ekspor, dan penguatan daya saing produk lokal untuk pasar global dengan dukungan penuh Kadin,” ujar Budi Santoso di Jakarta, Kamis, 30 April 2026.
Baca Juga: Imbas Harga Global, Kemendag Naikkan Harga Patokan Ekspor Emas Periode Mei 2026
Dominasi Produk Lokal di Ritel Modern
Budi mengungkapkan, upaya perlindungan pasar dalam negeri kini mulai membuahkan hasil. Berdasarkan pantauan Kemendag, sekitar 80 persen produk yang beredar di jaringan ritel modern saat ini merupakan produk dalam negeri.
Selain penguatan penetrasi, pemerintah juga aktif menggunakan instrumen perdagangan internasional seperti antidumping dan safeguard untuk melindungi industri lokal dari gempuran produk impor yang tidak adil.
Di sisi ekspor, Kemendag tengah mempercepat penyelesaian sejumlah perjanjian dagang dengan mitra strategis. Langkah ini dibarengi dengan optimalisasi 46 titik perwakilan perdagangan di 33 negara untuk membantu pelaku usaha mencari pembeli (buyer) di pasar internasional.




