URBANCITY.CO.ID – Kementerian Perdagangan (Kemendag) melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (Ditjen PEN) resmi menggelar lokakarya Campuspreneur di Telkom University, Bandung, Kamis (7/5/2026).
Inisiatif ini bertujuan memperkuat ekosistem wirausaha muda dari kalangan mahasiswa agar mampu menembus pasar global.
Lokakarya bertema “End-to-End Export Readiness” ini diikuti oleh 90 peserta yang terdiri dari mahasiswa dan pelaku UMKM Jawa Barat. Program ini merupakan kelanjutan dari peluncuran Program Campuspreneur pada April lalu untuk menciptakan eksportir baru dari lingkungan kampus.
Empat Pilar Utama Program Campuspreneur
Sekretaris Ditjen PEN, Sugih Rahmansyah, menjelaskan bahwa untuk mencetak wirausaha muda yang tangguh, Kemendag menjalankan empat pilar utama:
Baca Juga: Imbas Harga Global, Kemendag Naikkan Harga Patokan Ekspor Emas Periode Mei 2026
- Peningkatan Kapasitas: Melalui pelatihan, pendampingan, dan inkubasi bisnis.
- Pengembangan Inovasi: Mendorong produk bernilai tambah dan berdaya saing.
- Akses Pasar: Fasilitasi promosi, pitching, hingga business matching internasional.
- Penguatan Kemitraan: Kolaborasi antara akademisi, industri, dan pemerintah.
“Kami ingin membangun ekosistem kewirausahaan muda yang terintegrasi. Mahasiswa diharapkan tidak hanya mampu menciptakan produk berdaya saing, tetapi juga siap mengisi pasar dalam negeri dan menembus pasar ekspor,” ujar Sugih Rahmansyah.
Dukungan Desain, Pembiayaan, hingga Akses Global
Dalam sesi lokakarya, para peserta mendapatkan bimbingan langsung dari berbagai ahli, mulai dari Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), tim desain dari Indonesia Design Development Center (IDDC), hingga Atase Perdagangan RI di Den Haag.




