URBANCITY.CO.ID – Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, mendorong para kreator muda Indonesia untuk tidak hanya fokus pada penciptaan karya, tetapi juga memperkuat strategi monetisasi Intellectual Property (IP).
Hal ini disampaikan dalam audiensi bersama Perkumpulan Alumni Amerika Serikat (ALUMNAS) di Jakarta, Senin (11/5/2026).
Teuku Riefky menekankan bahwa pengembangan ekonomi kreatif nasional harus bertumpu pada penguatan kapasitas pelaku usaha, akses pasar, dan perlindungan kekayaan intelektual agar mampu berkembang dari tahap rintisan menjadi mandiri.
Tantangan Monetisasi Kekayaan Intelektual
Menurut Menteri Ekraf, banyak anak muda Indonesia yang sukses melahirkan IP kreatif, namun masih terkendala dalam mengubah karya tersebut menjadi unit bisnis yang berkelanjutan.
Baca Juga: Menteri Ekraf Teuku Riefky Gandeng TikTok GO Pacu Konten Digital Jadi Penggerak Ekonomi Nasional
Ia menyoroti pentingnya keterhubungan antar-subsektor seperti film, animasi, desain, dan merchandise.
“Banyak anak muda Indonesia yang sudah melahirkan IP-IP kreatif. Tantangannya sekarang bagaimana IP tersebut bisa dimonetisasi dan berkembang menjadi produk ekonomi kreatif yang berkelanjutan,” ujar Teuku Riefky Harsya.
Kolaborasi Global Bersama ALUMNAS
Dalam pertemuan tersebut, Ketua Umum ALUMNAS, Jimmy Gani, menyatakan kesiapan organisasinya untuk mendukung visi kementerian melalui jejaring global yang dimiliki anggotanya.
ALUMNAS berencana menghadirkan program mentoring, forum bisnis, hingga pendampingan UMKM untuk menjaga kualitas produk saat skala produksi meningkat.




