URBANCITY.CO.ID – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat pengembangan Industri Kecil dan Menengah (IKM) berbasis potensi daerah untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi nasional.
Melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (Ditjen IKMA), pemerintah kini fokus mengoptimalkan bahan baku bambu sebagai pilar industri hijau yang ramah lingkungan.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa penguatan sektor kerajinan bukan hanya soal peningkatan pendapatan, tetapi juga menjaga identitas budaya dan keberlanjutan lingkungan.
Kinerja Ekspor Kerajinan Melonjak 25 Persen
Industri kerajinan terbukti menjadi subsektor krusial dalam industri pengolahan nonmigas. Berdasarkan data Kemenperin, kinerja ekspor produk kerajinan pada Februari 2026 tumbuh signifikan sebesar 25,09 persen secara tahunan, meningkat dari USD8,27 juta menjadi USD10,34 juta.
Baca Juga: Kemenperin Dorong IKM Kerajinan Lakukan Diversifikasi Produk untuk Pacu Ekspor Tahun 2026
“Bahan baku lokal yang diolah menjadi produk kerajinan khas ini tidak hanya memiliki nilai estetika tinggi, tetapi juga sarat dengan cerita budaya serta memiliki nilai ekonomi yang besar apabila dikembangkan dengan memperhatikan aspek keberlanjutan,” kata Menperin Agus Gumiwang di Jakarta, dikutip Kamis, 14 Mei 2026.
Hulu Sungai Selatan Jadi Pilot Project Bambu
Direktur Jenderal IKMA, Reni Yanita, menjelaskan bahwa pengembangan berbasis sentra adalah strategi efektif untuk membangun ekosistem usaha yang terintegrasi.




