URBANCITY.CO.ID – Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengambil langkah taktis untuk memperluas jangkauan ekspor ramah lingkungan dengan memfasilitasi 31 pelaku usaha ekonomi hijau Indonesia dalam sesi business matching dengan para pembeli (buyer) potensial asal Jepang.
Kegiatan ini berlangsung di Jakarta, Rabu (13/5/2026), sebagai bagian dari rangkaian The 2nd Indonesia-Japan Environment Week.
Melalui kolaborasi dengan ASEAN-Japan Centre, Kemendag menghadirkan pelaku usaha dari berbagai subsektor strategis, mulai dari produk daur ulang, jasa pengelolaan lingkungan, hingga teknologi energi dari limbah (waste-to-energy).
Memperkuat Rantai Pasok Berbasis Keberlanjutan
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Fajarini Puntodewi, menegaskan bahwa pertemuan ini merupakan upaya konkret pemerintah untuk mendorong investasi dan kemitraan strategis di sektor ekonomi sirkular yang permintaannya terus melonjak di pasar global.
Baca Juga: Tingkatkan Literasi Digital, Kemendag Ajak Masyarakat Jadi Konsumen Cerdas di Harkonas 2026
Melalui fasilitasi seperti ini, Indonesia dapat memperkuat posisinya dalam rantai pasok global yang berbasis keberlanjutan.
“Kami optimis bahwa melalui kolaborasi ini, pelaku usaha Indonesia akan memperoleh peluang lebih besar untuk menjadi bagian dari rantai pasok produk hijau dunia,” ujar Puntodewi.
Transfer Teknologi dan Inovasi Lokal
Sekretaris Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Sugih Rahmansyah, menambahkan bahwa keunggulan teknologi Jepang dalam efisiensi dan sustainability diharapkan dapat mengalir ke Indonesia melalui alih teknologi.




