URBANCITY.CO.ID – Di bawah langit senja Jakarta yang temaram, antusiasme ratusan pelaku usaha dari Solo hingga Manado tidak surut dalam forum “NGOPI: Ngobrol Produk Indonesia”, Rabu (13/5/2026).
Diskusi santai yang mempertemukan UMKM, eksportir, dan agregator ini menjadi ruang berbagi strategi nyata untuk menembus ketatnya pasar internasional.
Forum ini bukan sekadar tempat kumpul biasa, melainkan wadah bagi para pebisnis lokal seperti Abdullah (pengusaha batik Solo) dan Nana (pemilik camilan Balikpapan) untuk membedah prosedur ekspor demi mewujudkan mimpi go international.
Tantangan Global dan Regulasi Baru
Bagi mereka yang sudah terjun ke pasar dunia, forum ini menjadi ajang “curhat” mengenai dinamika ekspor yang makin kompleks.
Baca Juga: Mendag Busan “NGOPI” Bareng UMKM: Targetkan Produk Lokal Tembus Pasar Dunia
Marisa Hidayat, pemilik PT Herisa Dwi Sejahtera, menyoroti pentingnya kepatuhan terhadap aturan teknis dan kebijakan moneter.
“Ada banyak regulasi baru seperti aturan produk dangerous goods hingga kebijakan devisa hasil ekspor yang harus kami ikuti. Hal tersebut memengaruhi kecepatan ekspor karena kami harus menyesuaikan diri,” ujar Marisa.
Senada dengan Marisa, Nurul Afni dari PT Terra Internasional Indonesia yang telah mengekspor bubuk cokelat hingga ke Mesir dan Pakistan, menyebut kondisi geopolitik dan fluktuasi dolar sebagai hambatan utama.
Menurutnya, forum NGOPI sangat membantu eksportir untuk saling bertukar solusi atas masalah yang serupa.
Kemendag Siapkan Program BISA Ekspor




