URBANCITY.CO.ID – PT Pertamina Hulu Energi (PHE) tancap gas memacu produksi minyak dan gas bumi (migas) nasional.
Subholding Upstream Pertamina ini resmi mengunci 62 perjanjian kerahasiaan (Confidentiality Agreement/CA) bersama 24 calon mitra strategis kelas kakap, baik dari dalam maupun luar negeri.
Langkah ini merupakan bagian dari pembukaan lelang reguler dan non-reguler Batch 1 Tahun 2026. Skema yang digunakan adalah Kerja Sama Operasi dan/atau Teknologi (KSOT), sebuah terobosan untuk menguras potensi struktur baku serta area prospektif migas yang berada di bawah pengelolaan PHE.
Raksasa Global Berebut Akses Data Bawah Tanah
Penandatanganan kesepakatan yang digelar di Tangerang ini menjadi karpet merah bagi para investor untuk mengintip data teknis dan kondisi bawah permukaan (subsurface) secara legal. Sejumlah korporasi lintas negara tercatat ikut berburu blok prospektif ini.
Baca Juga: Kubur 2,9 Gigaton CO2, PHE-ExxonMobil Sulap Asri Basin Jadi Pusat Karbon Terbesar
Beberapa di antaranya adalah PT Elnusa Tbk, raksasa penyedia jasa migas asal Amerika Serikat PT Baker Hughes Indonesia, Nations Petroleum, Fluxus Holding S.A., hingga Shandong Kerui Petroleum Technology Co., Ltd. asal Cina.
Direktur Investasi dan Pengembangan Bisnis PHE, Dannif Utojo Danusaputro, menegaskan bahwa akses data yang transparan ini merupakan modal utama bagi investor untuk menyusun proposal teknis yang presisi.
“Penandatanganan Confidentiality Agreement untuk jalur Reguler maupun Non-Reguler merupakan terobosan besar pertama dari rangkaian proses tender KSOT yang dilaksanakan PHE di tahun 2026,” ujar Dannif Utojo Danusaputro dalam keterangannya, Kamis (21/5/2026).




