URBANCITY.CO.ID – Pemerintah pusat menempatkan pemulihan fasilitas pendidikan sebagai prioritas mutlak dalam agenda rehabilitasi pascabencana di Pulau Sumatra.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bergerak cepat memulihkan infrastruktur sekolah yang rusak agar hak belajar anak-anak di wilayah terdampak tidak terputus.
Hingga pertengahan Mei 2026, intervensi anggaran darurat telah disalurkan untuk merevitalisasi 3.084 satuan pendidikan.
Langkah ini menjadi bagian dari cetak biru rekonstruksi jangka panjang yang dikawal ketat oleh pemerintah bersama parlemen.
Alokasikan Anggaran Triliunan Rupiah untuk Infrastruktur Kelas
Baca Juga: Prabowo Targetkan Revitalisasi 288 Ribu Sekolah Rampung pada 2028
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia (Bakom RI), Muhammad Qodari, menegaskan bahwa percepatan perbaikan gedung sekolah ini mencerminkan komitmen penuh lintas lembaga negara guna merespons dampak bencana secara konkret.
“Rapat koordinasi ini merupakan perhatian yang besar dari Bapak Presiden, dari pemerintah dan DPR RI terhadap bencana yang terjadi di Sumatra,” kata Muhammad Qodari dalam konferensi pers usai Rapat Koordinasi Penanganan Pascabencana Sumatra di Gedung DPR RI, Senin (25/5/2026).
Menteri Dalam Negeri sekaligus Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi, Tito Karnavian, merinci bahwa total sekolah yang terdampak amukan bencana di Sumatra mencapai 4.992 unit. Sejauh ini, lebih dari separuhnya telah berhasil disentuh oleh program renovasi pemerintah.




