URBANCITY.CO.ID – Pemerintah bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI mulai mengencangkan sabuk koordinasi demi memburu target pertumbuhan ekonomi makro.
Dalam rapat koordinasi teranyar, kedua otoritas membahas percepatan arus modal, pembenahan tata kelola ekspor sumber daya alam (SDA), hingga evaluasi teknis di sektor energi dan sumber daya mineral (ESDM).
Langkah ini dibarengi dengan komitmen mempertebal barikade fiskal dan moneter demi menjaga stabilitas pasar domestik.
Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, memaparkan bahwa gerak bersama ini krusial untuk memastikan berbagai kebijakan strategis berjalan efektif di lapangan.
Salah satu poin yang menjadi sorotan utama adalah pengalihan dan penataan ulang kendali tata kelola ekspor komoditas mentah maupun olahan oleh PT Danantara Sumberdaya Indonesia (Persero) atau DSI di bawah bendera raksasa investasi Danantara.
Baca juga: Mensesneg Prasetyo Hadi Pacu Sektor Riil Demi Jaga Otot Fundamental Ekonomi Makro
“Kami melakukan koordinasi bagaimana mempercepat pertumbuhan ekonomi, sekaligus membicarakan tata kelola ekspor yang akan dilakukan oleh DSI di bawah Danantara maupun tata kelola sektor SDA yang berada di bawah Kementerian ESDM,” ujar Dasco dalam konferensi pers di Gedung DPR RI, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, dikutip Selasa, 9 Juni 2026.
Memangkas Birokrasi untuk Pemburu Modal
Selain sibuk merombak pos komando ekspor, parlemen dan eksekutif juga sepakat untuk membabat regulasi perizinan yang selama ini dinilai berbelit-belit dan menghambat masuknya modal asing maupun domestik.




