URBANCITY.CO.ID – Laju pertumbuhan ekonomi makro Indonesia kini tak bisa lagi sekadar bersandar pada utak-atik angka di atas meja kerja.
Menyadari dinamika global yang kian menuntut dan penuh ketidakpastian, pemerintah mulai menggeser fokus ke medan tempur yang sesungguhnya: sektor riil.
Sinyal akselerasi ini ditekankan langsung oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi usai menghadiri rapat koordinasi di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Sabtu (6/6).
Pemerintah berambisi memotong kompas birokrasi demi menggenjot proyek-proyek strategis di sirkuit pangan, energi, hingga kelautan.
Langkah jemput bola ini dinilai mendesak agar fondasi ekonomi domestik memiliki daya tahan yang mumpuni saat menghadapi guncangan pasar internasional.
Baca juga: Mensesneg Prasetyo Hadi Tepis Rumor Copot Menkeu dan Gubernur BI di Gedung DPR
“Mendorong program-program yang dapat meningkatkan pertumbuhan sektor ekonomi riil untuk bisa dipercepat terutama program-program di bidang pangan, program-program di bidang energi, kemudian program-program di bidang perikanan dan termasuk industrialisasi dan hilirisasi,” ujar Prasetyo Hadi di hadapan awak media.
Merobohkan Sekat Ego Sektoral
Bagi Istana, benteng pertahanan ekonomi nasional mustahil tegak jika kementerian dan lembaga masih berjalan sendiri-sendiri dengan ego sektoralnya.
Prasetyo menggarisbawahi bahwa harmoni antara penguasa moneter di bank sentral dan pemegang kemudi fiskal di Kementerian Keuangan harus dikunci rapat agar setiap kebijakan yang keluar bisa saling menguatkan, bukan malah saling menjegal.




