URBANCITY.CO.ID – Kementerian Perindustrian memperkuat kapasitas pelaku industri kecil dan menengah (IKM) sektor fesyen dan kriya melalui program pembinaan intensif.
Langkah ini bertujuan agar pelaku usaha memahami perilaku konsumen serta menyusun strategi bisnis yang tepat di tengah pasar yang dinamis.
Melalui Balai Pemberdayaan Industri Fesyen dan Kriya (BPIFK), pemerintah berupaya menciptakan produk lokal yang relevan dan memiliki daya saing tinggi.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menekankan pentingnya riset pasar sebagai fondasi utama bagi pelaku industri kreatif.
Kreativitas tanpa pemahaman konsumen yang mendalam tidak akan membuahkan hasil optimal dalam persaingan bisnis yang ketat.
Baca juga:Â Kemenperin Pacu Digitalisasi Industri Susu Nasional, Peluang Program Makan Bergizi
Kemenperin berkomitmen penuh mendukung transformasi pelaku IKM agar mampu menjadi tuan rumah di negeri sendiri melalui karya inovatif yang memenuhi preferensi pasar.
Pentingnya Riset Perilaku Konsumen
Pelaku IKM harus mampu membaca perubahan tren dan kebutuhan masyarakat secara akurat agar produk mereka terserap maksimal oleh pasar.
Agus menyatakan bahwa adaptasi menjadi kunci utama bagi para perancang dan pelaku industri dalam menyasar target pasar yang spesifik.
Pemerintah memfasilitasi kebutuhan riset ini melalui kegiatan workshop rutin Creative Talk di berbagai daerah sebagai upaya memperkuat ekosistem kreatif.
Pelaku industri kreatif perlu memiliki pondasi pengetahuan dan riset pasar yang kuat untuk dapat memenangkan persaingan bisnis pada masa mendatang.




