URBANCITY.CO.ID – Komisi XI DPR RI melakukan kunjungan kerja ke KM Kelimutu di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jumat (19/6), untuk memantau pemanfaatan Penyertaan Modal Negara (PMN) oleh PT PELNI (Persero).
Rombongan yang dipimpin Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Dr. M. Hanif Dhakiri, M.Si, mengevaluasi progres program pembaruan armada kapal penumpang milik BUMN tersebut.
Pemerintah mengalokasikan PMN demi menjamin keberlanjutan layanan transportasi laut bagi masyarakat di seluruh pelosok Indonesia.
PT PELNI menyiapkan penggantian tiga kapal penumpang tua yang telah beroperasi lebih dari empat dekade melalui pendanaan ini.
Ketiga kapal tersebut meliputi KM Umsini (41 tahun), KM Kelimutu (41 tahun), dan KM Lawit (40 tahun).
Baca juga: Gandeng Hannah Al Rasyid, PELNI Bentuk Satgas Antipelecehan dan Perundungan di Kantor
Langkah strategis ini menjawab tingginya kebutuhan masyarakat akan transportasi laut yang andal, aman, dan nyaman di tengah pertumbuhan mobilitas antarpulau.
Memastikan Pemanfaatan Dana Sesuai Rencana
Pihak Komisi XI DPR RI menegaskan komitmennya untuk mengawal penggunaan anggaran negara agar memberikan dampak nyata bagi pengguna jasa PELNI.
Hanif Dhakiri mengapresiasi layanan PELNI selama ini, namun menekankan urgensi peremajaan armada demi meningkatkan standar pelayanan nasional.
DPR RI terus mendukung kebutuhan investasi perusahaan asalkan proses realisasi berjalan sesuai dengan tata kelola yang baik.
“Karena itulah pemerintah memberikan PMN untuk mendukung pembaruan armada. Proses realisasi PMN memang membutuhkan waktu, namun sejauh ini progresnya masih berjalan sesuai rencana,” ujar Hanif.




