URBANCITY.CO.ID – Indonesia semakin memperkuat posisi produk olahan boga bahari di pasar internasional melalui kemitraan strategis dengan pelaku usaha di Arab Saudi.
Penjajakan bisnis antara perusahaan asal Indonesia, JAPFA, dengan distributor Arab Saudi, Tamaiz Asia Trading, berlangsung sukses di Jakarta, Kamis (25/6).
Pertemuan ini membuka jalan bagi berbagai produk olahan seperti bakso ikan, nuget udang, dan filet ikan nila untuk memasuki pasar ritel Arab Saudi.
Produk-produk ini memiliki potensi besar untuk memenuhi permintaan pasar lokal.
Selain itu kebutuhan konsumsi jemaah haji dan umrah yang mencapai nilai fantastis setiap tahunnya.
Kepala ITPC Jeddah, Bagas Haryotejo, menyambut baik langkah awal ini sebagai pintu masuk peningkatan ekspor pangan olahan tanah air ke kawasan Timur Tengah.
Baca juga: Arab Saudi Larang Impor Unggas RI: Isu Flu Burung Hambat Ekspor, Produk Olahan Jadi Solusi
Selain menyasar konsumen lokal Arab Saudi, produk Indonesia juga berpotensi menembus rantai pasok konsumsi jemaah haji dan umrah dari berbagai negara.
Potensinya terbilang besar, secara keseluruhan bernilai sekitar Rp50 triliun.
“Dalam kerja sama yang tengah kami jajaki, JAPFA dan Tamaiz menargetkan potensi transaksi sebesar USD 800 ribu hingga USD 1 juta,” tutur Bagas.
Optimalkan Potensi Jemaah Haji
Tamaiz Asia Trading menyatakan ketertarikan tinggi terhadap diversifikasi protein berbahan dasar ikan yang ditawarkan oleh produsen Indonesia.
Perwakilan Tamaiz Asia Trading, Saeed Alamoudi, menegaskan bahwa posisi Indonesia memberikan keunggulan kompetitif bagi produk pangan halalnya.




