URBANCITY.CO.ID – Argotelo mengubah singkong, komoditas sederhana dari lereng pegunungan Salatiga, menjadi produk bernilai tinggi yang menembus pasar mancanegara.
Toni Anandya, sang pendiri, merancang Argotelo bukan sekadar sebagai bisnis kuliner, melainkan sebagai ekosistem ekonomi yang kokoh layaknya gunung.
Argotelo membuktikan bahwa inovasi produk lokal yang dipadukan dengan strategi digital dapat menjadi investasi masa depan yang sangat prospektif.
Ini menjadi contoh sukses bagi masyarakat urban yang mencari inspirasi bisnis dengan dampak sosial,
“Kami ingin Argotelo bisa memberikan manfaat kepada masyarakat luas layaknya gunung yang memberikan manfaat besar,” ungkap Toni.
Digitalisasi dan Skala Produksi Masif
Argotelo membuktikan adaptabilitas tinggi dengan mengadopsi ekosistem digital sejak 2018, jauh sebelum tren belanja online memuncak.
Baca juga: PHE Jambi Merang Ubah Singkong Jadi Tepung Mocaf, Ekonomi Warga Simpang Bayat Melesat
Inovasi ini memungkinkan bisnis mereka tetap eksis dan tumbuh pesat saat pandemi melanda.
Kini, Argotelo mengelola kapasitas produksi mencapai 500 ton per tahun dengan 25 varian produk.
Mulai dari camilan kekinian hingga hidangan tradisional yang dikemas secara modern.
“Pada 2018, kami sadar Argotelo bisa memberikan inovasi dengan jualan secara daring,” ujar Toni.
“Kemudian saat pandemi Covid-19, ketika pelaku usaha lainnya mungkin belum terlalu merambah daring, kami sudah jauh lebih siap. Saat ini, 90 persen penjualan kami adalah dari daring,” imbuhnya.




