URBANCITY.CO.ID — Pemerintah Singapura memperbesar alokasi subsidi penitipan anak guna meringankan beban pengasuhan bagi para pekerja. Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong mengumumkan kebijakan ini dalam pidato National Day Rally 2026 di ITE College Central, Ang Mo Kio, Minggu, 23 Agustus 2026.
Pemerintah memangkas biaya penitipan anak (childcare) sehari penuh di prasekolah mitra negara menjadi 150 dollar Singapura atau sekitar Rp2,1 juta per bulan.
Biaya penitipan bayi (infant care) sehari penuh juga turun menjadi 300 dollar Singapura atau sekitar Rp4,2 juta per bulan. Penyesuaian tarif berlaku secara bertahap mulai 2028 hingga mencapai target akhir pada 2030.
Tarif Subsidi Berlaku Universal bagi Seluruh Warga
Kebijakan tarif baru ini berlaku untuk seluruh anak berkewarganegaraan Singapura tanpa memandang tingkat penghasilan keluarga.
Baca Juga : Kemenperin Gandeng Rusia: Alih Teknologi Drone & Robotika untuk Industri
Saat ini, keluarga berpendapatan menengah ke atas masih menanggung biaya cukup tinggi meski telah menerima subsidi dasar. Biaya penitipan anak sehari penuh saat ini masih berkisar 365 hingga 559 dollar Singapura per bulan.
Sementara itu, tarif penitipan bayi sehari penuh masih menyentuh 746 hingga 1.256 dollar Singapura per bulan. Skema baru ini otomatis memangkas pengeluaran rumah tangga secara signifikan.
Pemerintah Singapura juga memperluas jaringan prasekolah negeri dengan menambah operator utama dan mitra resmi. Di sisi lain, keluarga berpenghasilan rendah tetap menerima bantuan finansial tambahan di luar subsidi reguler.
Menjaga Produktivitas dan Kesejahteraan Keluarga
Langkah strategis ini bertujuan menjaga produktivitas tenaga kerja agar para orangtua tidak perlu mengorbankan karier demi mengasuh anak. PM Lawrence Wong menilai ketahanan keluarga menjadi fondasi utama bagi kemajuan Singapura.
“Setiap anak di Singapura, terlepas dari kondisi keluarganya, berhak mendapatkan awal kehidupan yang baik,” kata Wong.
Pemerintah Negeri Singa turut menambah bantuan operasional bagi pusat penitipan anak usia sekolah dasar (student care centres). Kebijakan tersebut mencakup peningkatan kapasitas ruang, penguatan mutu layanan, dan pemangkasan beban biaya keluarga.




