URBANCITY.CO.ID – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat penurunan jumlah pengungsi gempa NTT sebanyak 6.094 orang. Angka tersebut membuat total penyintas bencana di Nusa Tenggara Timur kini berada di posisi 179.037 jiwa.
Sebagian warga mulai meninggalkan tenda pengungsian untuk pulang ke rumah masing-masing atas kehendak sendiri.
“Tercatat sebenarnya lebih 6.094 yang pulang. Jadi ada yang pulang, ada yang datang. Tapi berkurang jadinya menjadi 6.094 jiwa. Nah, ini pulang sebenarnya ke rumah dengan kesediaan mereka masing-masing. Mereka tidak dipaksa,” kata Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengutip Antara, Rabu (26/8).
Skema Bantuan dan Perbaikan Rumah Rusak
Berton mengingatkan warga agar mengecek ketahanan fisik bangunan sebelum menempati kembali rumah mereka. Petugas juga terus memantau aktivitas gempa susulan agar tidak membahayakan keselamatan warga.
Baca Juga : Polisi Ungkap Alasan Blokir Rekening Botok Pati: Demi Lindungi Donatur
“Nah tentu BNPB tidak memulangkan begitu saja. BNPB juga memberikan perlengkapan atau makanan sehingga pada saat pulang ke rumah mereka dapat menikmati, tetap menikmati apa yang mereka nikmati di tempat pengungsi,” katanya.
Petugas lapangan saat ini terus mendata tingkat kerusakan bangunan milik warga sebagai rujukan kebijakan pemulihan daerah.
“Atas kategori tersebut, tentu kami dari BNPB juga akan melakukan treatment yang berbeda. Kalau rusak berat biasanya akan dilakukan dengan penggantian rumah, apakah di lokasi atau di lokasi yang berbeda, kami belum dapat informasi, nanti pemerintah daerah tentu akan menyampaikan,” katanya.
Pemerintah mengalokasikan dana stimulan perbaikan sebesar Rp15 juta untuk kategori rusak ringan dan Rp30 juta untuk kategori rusak sedang.




