URBANCITY.CO.ID – Proyek LNG Abadi Masela kini resmi bertransformasi dari sekadar cadangan gas di Laut Arafura menjadi motor penggerak ekonomi baru yang paling dinanti Indonesia.
Proyek ini memiliki kapasitas produksi 9,5 juta ton LNG per tahun, dengan nilai investasi fantastis mencapai USD20,9 miliar atau setara Rp352 triliun.
Dengan begitu, proyek ini menempatkan Indonesia sebagai pemain kunci di pasar energi global sekaligus memperkuat fondasi ketahanan energi nasional.
Sebagai pemerhati investasi memandang bahwa proyek ini merupakan bukti keseriusan pemerintah dalam mengoptimalkan kekayaan alam demi kepentingan jangka panjang.
Proyek ini bukan hanya soal ekstraksi sumber daya, melainkan tentang membangun ekosistem industri yang kokoh dan berkelanjutan di wilayah Indonesia Timur.
Baca juga: Perkuat Pesisir Jakarta, DSLNG Tanam 175 Mangrove di Angke Kapuk
Prioritas Domestik untuk Hilirisasi Industri
Pemerintah memastikan kebermanfaatan gas dari Lapangan Abadi bagi kesejahteraan rakyat melalui kebijakan prioritas kebutuhan dalam negeri.
Mengingat, masyarakat akan memanfaatkan hasil LNG lapangan tersebut sedikitnya mencapai 60 persen dari total produksi.
Pasokan gas yang melimpah ini membuka peluang emas bagi pengembangan industri hilir,
Termasuk pembangunan pabrik pupuk berskala besar yang akan memicu pertumbuhan ekonomi kawasan secara signifikan.
Industri dalam negeri seperti PLN, PGN, serta perusahaan swasta kini mendapatkan jaminan energi yang lebih stabil,
Bahkan, lebih kompetitif untuk meningkatkan operasional bisnis mereka.




