URBANCITY.CO.ID – Wakil Menteri Perhubungan Suntana menduga 129 korban KM Virgo Transport 8 masih tertahan di dalam kapal. Tim SAR gabungan terus memacu operasi penyelamatan. Petugas menyisir perairan Laut Jawa tanpa jeda.
Tim penyelamat telah mengevakuasi 114 orang dari total 243 penumpang. Enam orang penumpang meninggal dunia. Petugas kini memburu keberadaan 129 korban yang masih hilang.
Suntana menegaskan komitmen tim penyelamat untuk menemukan seluruh korban tersisa.
“Berdasarkan data manifest yang kami terima dari pelabuhan asal ada data penumpang-penumpang yang tadi dimaksudkan, makanya kita tim SAR ini ingin mempercepat pencarian bisa mengambil korban-korban yang masih diperkirakan masih berada di dalam kapal,” kata Suntana dalam konferensi pers, Selasa malam, 15 September 2026.
Baca Juga :Â Kementerian UMKM Perkuat Ekosistem Investasi dan Wirausaha di Sulsel
Fokus Penyisiran Badan Kapal
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banjarmasin I Putu Sudayana membeberkan strategi baru. Tim SAR memusatkan operasi langsung ke kerangka kapal.
“Pencarian kali ini lebih difokuskan di sekitar lokasi kejadian. Karena kemarin kita sudah melaksanakan pencarian dengan radius yang begitu luas, namun sebaran dari korban-korban negatif, tidak ditemukan. Nah, kami akan lebih fokus kepada target yaitu badan kapal, KMP Virgo Transport 8,” tutur Putu.
Tim SAR mengerahkan armada penyelamat berteknologi canggih. Misi ini mengandalkan kapal perang TNI Angkatan Laut, KRI Canopus.
“Ada satu kapal yang memang betul-betul canggih ya, canggih, kapal milik TNI Angkatan Laut yaitu KRI Canopus, di mana dilengkapi dengan echosounder, kemudian drone bawah laut ya. Nah ini berfungsi dan berguna untuk pencarian baik di permukaan maupun di bawah permukaan air,” ucap Putu.
Sebelumnya, KM Virgo Transport 8 mengalami putus kontak pada Minggu, 13 September 2026, pukul 02.00 WITA. Kapal ini berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin sejak Sabtu, 12 September 2026. Kapal tersebut membawa 243 orang, meliputi penumpang serta seluruh awak.




