URBANCITY.CO.ID – Akses likuiditas tanpa beban bunga kini menjadi katalis utama bagi pegiat bisnis urban untuk meningkatkan skala usaha dan memperkuat portofolio finansial mereka.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat bersama Bank Kalbar dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalimantan Barat merilis program Kredit Usaha Mikro (KUM) Peduli dengan plafon Rp5 juta dan bunga nol persen guna memangkas hambatan modal kerja awal.
Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman mengapresiasi inovasi pembiayaan berbasis skema corporate social responsibility (CSR) ini saat membuka agenda strategis di Pontianak, Senin (19/10).
Inisiatif permodalan terjangkau tersebut membuka peluang investasi produktif bagi wirausaha pemula yang selama ini terbentur restriksi perbankan konvensional.
Baca Juga: Solusi Investasi Hijau: Desa Wisata Mojokerto Olah Sampah Plastik via PLTS
Menteri Maman mengingatkan pentingnya literasi finansial agar suntikan modal ini menghasilkan imbal hasil optimal sekaligus menekan risiko gagal bayar di tengah ketatnya kompetisi pasar modern.
“Ketika UMKM diberikan akses pembiayaan, kita harus memastikan mereka memiliki kemampuan untuk mengelola dan mengembalikan pinjaman tersebut. Karena itu, peningkatan kapasitas UMKM menjadi bagian penting agar pembiayaan yang diberikan benar-benar mendorong pertumbuhan usaha,” ujar Menteri Maman dalam acara Sinergi Penguatan Ekonomi Lokal Kalimantan Barat melalui Pemberdayaan UMKM di Pontianak, Kalimantan Barat, Senin (19/10).
Transformasi Produktif Melalui Efisiensi Modal Usaha
Pemerintah pusat terus memperluas penetrasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebagai instrumen penciptaan nilai tambah ekonomi masyarakat perkotaan maupun daerah berkembang.
Baca Juga: Jembatan Gantung BRI Cianjur: Solusi Konektivitas Aman Pemicu Nilai Investasi Kawasan
Integrasi pendampingan manajerial memastikan setiap rupiah pembiayaan langsung mendongkrak kapasitas produksi serta mempercepat adaptasi bisnis terhadap tren gaya hidup konsumen terkini.
Sekitar 3,9 juta pelaku usaha berhasil mencatatkan rekor inklusi finansial perdana lewat fasilitas permodalan resmi selama dua tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Rekam jejak tersebut membuktikan keberhasilan demokratisasi akses kapital dalam memperkuat ketahanan ekonomi akar rumput secara berkelanjutan.
“Yang menarik, dari total alokasi KUR sebesar Rp300 triliun pada 2026, penyaluran ke sektor produksi telah mencapai 65,9 persen, melampaui target minimal 65 persen. Fokus pembiayaan pada sektor produksi penting untuk mendorong pertumbuhan usaha sekaligus memperluas penyerapan tenaga kerja. Saya berharap semakin banyak UMKM di Kalimantan Barat dapat memanfaatkan akses pembiayaan tersebut untuk mengembangkan usahanya,” ujar Menteri Maman.
Baca Juga: Solusi Lahan Strategis Pacu Investasi dan Gaya Hidup Urban Program 3 Juta Rumah
Akselerasi Pasar dan Kemitraan Strategis Berkelanjutan
Suntikan dana segar menuntut jaminan akses pasar yang terukur agar perputaran inventori bisnis berlangsung cepat dan menghasilkan arus kas sehat.
Kementerian UMKM aktif merajut kolaborasi lintas sektor guna mengangkat status entitas mikro menjadi unit usaha yang bankable dan siap berekspansi ke ekosistem ritel komersial.
Ekspansi bisnis urban bertumpu pada sinergi terstruktur antara regulator daerah, perbankan, dan lembaga penjamin kredit guna menciptakan ekosistem usaha yang tangguh.
Baca Juga: Strategi Pertanian Urban PNM: Solusi Cerdas Pangan dan Investasi Warga Kota
Model pembiayaan kolaboratif terbukti memangkas biaya modal secara signifikan sehingga para perintis usaha dapat mengalokasikan anggaran untuk riset produk dan promosi kreatif.
“Melalui kolaborasi ini, kami ingin memastikan bantuan modal usaha dapat diterima oleh UMKM yang membutuhkan, sehingga mampu mengembangkan usaha, meningkatkan kesejahteraan keluarga, dan menggerakkan perekonomian Kalimantan Barat,” ujar Krisantus.
Optimalisasi Sektor Kreatif dan Destinasi Wisata Urban
Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menanggung 50 persen beban bunga dan 50 persen premi penjaminan, sementara Bank Kalbar menyalurkan likuiditas bersama Jamkrida sebagai penjamin risiko.
Baca Juga: Platform Digital: Solusi Cerdas Investasi Lingkungan Hadapi El Nino Ekstrem
Skema terpadu ini membebaskan pelaku usaha dari jeratan bunga komersial tinggi sehingga fokus bisnis tertuju penuh pada profitabilitas operasional.
Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan menargetkan penyaluran dana bergulir ini berjalan presisi guna mengamankan arus modal kerja para pelaku industri kreatif lokal.
Kolaborasi ini menghubungkan para pelaku usaha dengan pengembangan kawasan wisata terpadu Kota Singkawang untuk menangkap lonjakan belanja wisatawan serta gaya hidup konsumsi modern.




