URBANCITY.CO.ID – Gelombang El Niño kategori sangat kuat kini menghantam ketahanan operasional industri dan stabilitas gaya hidup masyarakat perkotaan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat anomali SSTA Nino3.4 menembus angka +2,99 pada Dasarian II Agustus 2026.
Fenomena ini menyeret 559 Zona Musim atau 79,9 persen wilayah Indonesia ke dalam fase kemarau panjang yang mengancam ketersediaan air bersih secara masif.
Krisis air tidak lagi sekadar isu kepatuhan regulasi lingkungan, melainkan telah bertransformasi menjadi variabel risiko finansial dan investasi yang nyata.
Baca Juga: Tanpa Kompromi: Menkomdigi Meutya Hafid Wajibkan Platform Digital Patuhi PP Tunas
Pelaku usaha perkotaan kini memandang pengelolaan air terukur sebagai strategi mitigasi biaya untuk menjaga profitabilitas dan reputasi merek di mata konsumen modern yang semakin kritis terhadap nilai keberlanjutan (ESG).
Transformasi Digital Jadi Kunci Efisiensi Operasional Bisnis Modern
Menjawab tantangan tersebut, PT Berkat MyESICS Indonesia meluncurkan inovasi teknologi berupa platform berbasis web bernama MyESICS.
Perusahaan memperkenalkan solusi pintar ini secara resmi dalam agenda Grand Launching di Trembesi Hotel Tangerang Selatan, Sabtu (29/8), guna mempermudah korporasi memantau, menganalisis, serta melaporkan neraca air dan data lingkungan secara real-time.
Baca Juga: Telkom Gunakan Platform Digital Stunting Action Hub Pantau Gizi 1.231 Anak di 9 Provinsi
“Kami menghadirkan MyESICS karena kami melihat pengelolaan lingkungan di Indonesia semakin membutuhkan pendekatan yang berbasis data. Perusahaan dan instansi tidak cukup hanya memiliki data, tetapi membutuhkan sistem yang dapat membantu mengolah data tersebut menjadi informasi yang mudah dipahami dan mendukung pengambilan keputusan,” ujar Founder dan CEO MyESICS, Ari Christiany dalam acara Grand Launching MyEsics yang digelar di Trembesi Hotel Tangerang Selatan, Sabtu (29/8).
Ubah Data Neraca Air Jadi Nilai Tambah Investasi Jangka Panjang
Ari menegaskan bahwa integrasi data digital memungkinkan para pemimpin perusahaan mendeteksi celah pemborosan sumber daya secara presisi sejak dini.
Langkah preventif ini secara langsung memangkas beban biaya utilitas dan meningkatkan efisiensi operasional di tengah lonjakan tarif air akibat kemarau panjang.
Baca Juga: BNI – UI Luncurkan Platform Digital Campus Financial Ecosystem
“Dalam kondisi seperti sekarang, pengelolaan air harus dilakukan secara terukur. Perusahaan perlu mengetahui neraca airnya, memahami pola penggunaan, dan dapat segera mengidentifikasi ketika terjadi ketidakefisienan. Data tersebut penting bukan hanya untuk pelaporan, tetapi juga untuk efisiensi dan keberlanjutan operasional,” pungkas Ari.
Membangun Kolaborasi Ekosistem Hijau untuk Masa Depan Berkelanjutan
MyESICS memperluas perannya dengan mengintegrasikan pelaku usaha, tenaga profesional, pegiat lingkungan, hingga penyedia jasa keberlanjutan ke dalam satu ekosistem terpadu.
Kolaborasi digital ini mempercepat adopsi gaya hidup industri hijau dan memperkokoh ketahanan korporasi dalam menghadapi dinamika iklim perkotaan yang semakin kompleks.




