URBANCITY.CO.ID – Generasi muda perkotaan kini mendefinisikan ulang makna kemapanan dengan mengawinkan profit finansial dan misi keberlanjutan.
Memperingati momentum Sumpah Pemuda, Pertamina Foundation memperkuat ekosistem sociopreneur melalui payung program PFmuda.
Inisiatif ini membuka ruang esensial bagi para inovator muda untuk mengonversi problem sosial, ekonomi, dan krisis lingkungan menjadi instrumen bisnis bernilai tinggi.
Peluang Investasi Hijau dan Imbal Hasil Sosial BerlipatÂ
Baca Juga: Â ITDC Perkuat Investasi Sosial di Bali Lewat Bantuan Pendidikan TJSL
Para profesional dan pegiat startup urban memandang program inkubasi ini sebagai portofolio investasi berdampak tinggi (impact investing).
Program PFmuda melipatgandakan nilai kontribusi para inovator muda ke ranah ekonomi riil dengan capaian Social Return on Investment (SROI) menyentuh angka 1,68.
Sejak fase awal rilis hingga 2025, inisiatif ini membidani 362 kelompok wirausaha terpilih di 227 kabupaten/kota lintas 28 provinsi.
Ketua Yayasan Pertamina, Agus Mashud S. Asngari, mengungkapkan kekagumannya terhadap keberanian anak muda Indonesia.
Baca Juga:Â Investasi Sosial Nyata, BPJS Ketenagakerjaan Salurkan Bantuan Gempa NTT
“Melalui semangat Sumpah Pemuda, kami melihat bahwa anak-anak muda Indonesia tidak hanya memiliki gagasan yang kreatif, tetapi juga keberanian luar biasa untuk membawa perubahan nyata di tengah masyarakat. Program PFmuda hadir secara konsisten untuk memastikan bahwa setiap energi, ide, dan inovasi tersebut terwadahi secara terstruktur, sehingga mampu memberikan dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan yang berkelanjutan bagi kemajuan bangsa,” ujar Agus.
Menggerakkan Roda Ekonomi Riil dan Serapan Tenaga KerjaÂ
Aktivisme modern masyarakat urban menuntut bukti empiris pada neraca keuangan dan serapan tenaga kerja.
Sebanyak 110 kelompok Young Leaders binaan tahun 2025 sukses mendiversifikasi portofolio usaha di sektor pangan, UMKM, lingkungan, pendidikan, hingga teknologi terapan.
Baca Juga:Â Investasi Sosial Pulihkan NTT: Puluhan Relawan Diterjunkan Pasca Gempa
Unit-unit bisnis rintisan ini mencetak rata-rata omzet melampaui Rp270 juta per tahun sekaligus membuka 2.208 lapangan kerja baru di berbagai daerah.
Ekspansi bisnis tersebut menyalurkan manfaat langsung kepada 16.601 penerima, termasuk kelompok rentan seperti ibu kepala keluarga, difabel, masyarakat wilayah 3T, serta anak jalanan.
Masyarakat urban melihat pencapaian ini sebagai perwujudan gaya hidup sadar etika (conscious lifestyle), di mana konsumsi harian langsung menopang kesejahteraan kelompok marjinal.
Tiga Fase Roadmap Menuju Kemandirian Ekonomi Berkelanjutan
Baca Juga:Â Ramadan 2026: ITDC Gelar Berkah Ramadan Seru di The Mandalika, Perkuat Hubungan Sosial
Pertamina Foundation mengeksekusi strategi pembinaan berjenjang untuk menjaga daya saing pasar dan resiliensi bisnis para wirausahawan sosial.
Pengelola mendistribusikan kurikulum bertahap mulai dari Penggerak Biru, Pelestari Hijau, hingga puncaknya pada Pemberdayaan Emas Nusantara.
Sinergi terukur ini memastikan kaum muda kota maupun daerah terus memimpin arus transformasi ekonomi nasional secara mandiri dan kompetitif.




