URBANCITY.CO.ID – Pertumbuhan kawasan pariwisata modern menuntut integrasi erat antara ekspansi infrastruktur fisik dan pembangunan kualitas sumber daya manusia.
Mempertegas prinsip keberlanjutan tersebut, PT Pengembangan Pariwisata Indonesia atau InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) melalui The Nusa Dua menanamkan investasi sosial jangka panjang dengan menyalurkan paket kebutuhan edukasi bagi 17 anak yatim piatu di Desa Pengulon, Gerokgak, Buleleng, Bali.
Langkah terarah ini mengukuhkan peran perseroan dalam menyelaraskan pertumbuhan bisnis hospitality berkelas dunia dengan peningkatan taraf hidup masyarakat lokal di sekitarnya.
Penyerahan stimulus pendidikan berlangsung di Kantor Perbekel Pengulon, memuat 17 pasang sepatu sekolah serta 17 paket komprehensif berupa tas ransel ergonomis, alat tulis, dan tumbler.
Baca Juga: Optimalisasi Ribuan Aset TelkomProperty Pacu Potensi Investasi dan Bisnis Urban
General Manager The Nusa Dua ITDC, I Made Agus Dwiatmika, menyerahkan langsung seluruh paket tersebut kepada Ketua Kelompok Peduli Pengulon (Kedungu), I Putu Yasa.
Fondasi SDM Perkuat Ekosistem Pariwisata
Perseroan memandang pemenuhan fasilitas dasar belajar sebagai instrumen vital dalam mereduksi ketimpangan ekonomi sekaligus mengamankan masa depan generasi penerus Bali.
Inisiatif TJSL ini bekerja secara efektif memangkas beban pengeluaran rumah tangga yang kian meningkat di era dinamis saat ini.
Baca Juga: Investasi Masa Depan: Kemdiktisaintek dan LPDP Pacu Riset Global serta Talenta Unggul
“Kami berharap bantuan ini dapat membantu memenuhi kebutuhan sekolah anak-anak dan meringankan pengeluaran yang perlu dipersiapkan untuk menunjang aktivitas pendidikan mereka. Dukungan sederhana seperti perlengkapan sekolah diharapkan dapat memberikan semangat dan membantu anak-anak menjalani kegiatan belajar dengan lebih baik,” ujar I Made Agus Dwiatmika.
Kesiapan modal manusia berkorelasi erat dengan ketahanan industri pariwisata dan gaya hidup urban yang inklusif.
Melalui intervensi sosial yang terukur, korporasi memastikan akses belajar anak-anak tetap terjaga tanpa terhambat oleh keterbatasan sarana penunjang harian.
Menyelaraskan Aset Fisik dan Nilai Sosial
Baca Juga: Investasi Pabrik Grease Shell Marunda Perkuat Rantai Pasok dan Industri Urban
Sebagai master developer sekaligus asset manager terkemuka, ITDC menerapkan tata kelola modern berorientasi Creating Shared Value (CSV).
Transformasi kawasan pariwisata premium tidak lagi bertumpu semata pada profitabilitas komersial atau kemegahan arsitektur, melainkan wajib menciptakan efek berganda (multiplier effect) bagi komunitas penopangnya.
“Bagi ITDC, pengembangan destinasi pariwisata tidak hanya berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi dan pembangunan infrastruktur, tetapi juga bagaimana keberadaan perusahaan dapat memberi manfaat bagi masyarakat. Kami ingin kontribusi tersebut hadir sesuai kebutuhan dan dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat di sekitar destinasi atau wilayah yang menjadi bagian dari perhatian program TJSL kami,” tambahnya.
Inisiatif proaktif BUMN ini menuai sambutan hangat dari komunitas setempat karena menjawab langsung kebutuhan riil di lapangan secara tanggap dan transparan.
Baca Juga: Strategi Pertanian Urban PNM: Solusi Cerdas Pangan dan Investasi Warga Kota
“Kami menyampaikan terima kasih kepada ITDC atas bantuan yang diberikan. Bantuan ini sangat berarti bagi anak-anak, khususnya untuk memenuhi kebutuhan mereka dalam bersekolah. Kami berharap kepedulian dan sinergi seperti ini dapat terus terjalin,” ujar Putu Yasa.
Strategi Berkelanjutan Ciptakan Masa Depan
Kolaborasi multi-pihak ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi korporasi dan kelompok masyarakat sipil mampu melahirkan dampak terukur bagi ketahanan sosial kawasan.
Dukungan terhadap pendidikan formal membentuk benteng ketahanan ekonomi lokal agar generasi muda mampu beradaptasi dengan laju perkembangan destinasi wisata masa depan.
Baca Juga: Optimalisasi Ribuan Aset TelkomProperty Pacu Potensi Investasi dan Bisnis Urban
Ke depan, ITDC terus mengakselerasi program TJSL yang responsif, adaptif, dan berkelanjutan dengan mengedepankan prinsip kolaborasi strategis serta pemberdayaan manusia demi menopang ekosistem pariwisata Indonesia yang tangguh dan inklusif.




