URBANCITY.CO.ID – Presiden China Xi Jinping mendesak seluruh pihak menghentikan rivalitas geopolitik di kawasan Timur Tengah dan Teluk. Pernyataan tegas ini mengemuka saat Xi menyambut kunjungan kenegaraan Sultan Oman Haitham bin Tariq al-Said di Beijing.
Xi menegaskan pentingnya komitmen bersama demi meredam eskalasi perang antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Perselisihan bersenjata tersebut berisiko memperburuk stabilitas kawasan serta mengancam masa depan peradaban global.
“Kawasan Timur Tengah dan Teluk tidak boleh menjadi arena persaingan kekuatan besar dan konflik geopolitik. Perdamaian dan stabilitas di kawasan ini membutuhkan upaya bersama untuk memelihara dan melindunginya,” kata Xi, menurut keterangan Kementerian Luar Negeri China, dikutip dari Reuters.
Xi menilai konstelasi tatanan dunia sedang menghadapi transformasi besar yang belum pernah terjadi selama seabad terakhir. Oleh karena itu, Beijing menawarkan solusi perdamaian berkelanjutan melalui konsensus bersama dengan negara-negara Arab.
Baca Juga :Â Inspirasi Urban: Desa Adiluhur Cetak Cuan Digital Tanpa Hijrah Kota
Dorong Gencatan Senjata dan Diplomasi Dewan Kerja Sama Teluk
Pemerintah China konsisten memperjuangkan penghentian kontak senjata demi keselamatan jutaan warga sipil tak berdosa. Selain itu, Beijing siap menyumbangkan gagasan strategis guna mengurai benang kusut krisis keamanan regional.
China memperkuat jalur komunikasi intensif dengan negara anggota Dewan Kerja Sama Teluk atau GCC. Langkah koordinasi diplomasi ini bertujuan mempercepat pemulihan stabilitas wilayah Teluk dalam jangka panjang.
Bahkan, Kementerian Luar Negeri China segera memberangkatkan utusan khusus menuju pusat pergolakan Timur Tengah. Kehadiran diplomat tinggi ini bertujuan membuka ruang negosiasi komprehensif demi menekan ketegangan militer antarnegara.




