URBANCITY.CO.ID – Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) memacu akselerasi bisnis 12 jenama lokal terpilih melalui program IDE.IND di Cirebon, Jawa Barat, Kamis (5/11).
Inisiatif strategis di bawah payung Creative by Indonesia ini menawarkan prospek investasi menjanjikan sekaligus menghubungkan inovasi daerah dengan kebutuhan gaya hidup konsumen urban modern.
Melalui kurasi ketat, program ini memfasilitasi wirausaha kreatif memperluas penetrasi pasar domestik hingga panggung internasional.
Menteri Ekraf, Teuku Riefky Harsya, menegaskan bahwa sektor ekonomi kreatif kini menjadi mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional yang berakar kuat dari potensi daerah.
Baca Juga: Desa Wisata Majalengka Raih Predikat Teraktif OJK Cirebon, Buka Peluang Investasi 2026
Sinergi multipihak menciptakan ekosistem bisnis yang stabil dan menarik minat para pemodal ventura maupun mitra korporasi.
“Kegiatan hari ini memberikan contoh yang baik, bagaimana kolaborasi itu terjadi. Selain pemerintah pusat dan daerah, kampus dan komunitas kreatif pun aktif bersinergi. Mari kita dorong karya kreativitas kota Cirebon menjadi kekuatan ekonomi, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan demi Kota Cirebon yang ‘Gemah Ripah Loh Jinawi’,” ujar Menteri Ekraf.
Mengusung tema ‘Penguatan Ekosistem Startup dan Talenta Digital’, program IDE.IND mengusung visi Local Hero to National, National Champion to Global.
Pameran ini mempertemukan produk-produk unggulan daerah dengan investor strategis, memperkuat rantai pasok industri kreatif, dan membuka peluang komersialisasi berskala masif.
Baca Juga: Garam Australia 15 Ribu Ton Serbu Cirebon, PTP Nonpetikemas Genjot Bongkar Muat
Menangkap Peluang Investasi 12 Jenama Unggulan Daerah
Sebanyak 12 jenama dari 8 subsektor strategis memamerkan solusi inovatif yang menjawab tren konsumsi masyarakat perkotaan.
Sektor hiburan interaktif menghadirkan kolaborasi APIBGI dan Studio Manikmaya lewat permainan papan lokal, berdampingan dengan Game Dev Bandung yang menawarkan portofolio gim digital berdaya saing tinggi.
Subsektor teknologi informasi dan perangkat lunak menunjukkan prospek efisiensi bisnis yang solid melalui PT Wesclic Indonesia Neotech dengan layanan Software as a Service (SaaS), serta PT Nyalalagi Solusi Andalan yang menyediakan platform teknisi listrik berbasis on-demand.
Baca Juga: H-1 Arus Mudik di Tol Cipali Cirebon Melandai, Kendaraan Menuju Jakarta Masih Lengang
Pada ranah teknologi baru, Hiber Tech memikat para pelaku industri konstruksi lewat inovasi simulator ekskavator buatan lokal.
Daya tarik gaya hidup urban kian lengkap berkat kehadiran platform literasi digital KBM App, sajian kuliner renyah Larisan Snacks dan Healthy Snacks Nona Cirebon, keanggunan wastra PT Batik Trusmi, ornamen logam Brassco Gallery Indonesia, serta produk komunitas Paviliun BIM × GEKRAFS Cirebon dan kreasi kudapan Hai Sus!.
Regenerasi Talenta Startup Kampus Penggerak Ekonomi Sirkular
Kementerian Ekraf sekaligus mengakselerasi bibit wirausaha muda lewat kompetisi ASTA One Minute Startup Challenge 2026 yang melibatkan 10 tim mahasiswa perguruan tinggi terkemuka di Cirebon dan Kuningan.
Baca Juga: Supaya Optimal Garap Pasar Properti Cirebon, BTN Relokasi Kantor Cabang
Jenama Jelvora dari UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sukses merebut juara pertama berkat produk sabun ramah lingkungan berbahan limbah minyak jelantah.
Jelvora telah mengomersialkan produknya di lokapasar dengan merek Jelantara dan bersiap mematenkan hak kekayaan intelektual (HKI) untuk memperkuat valuasi bisnis.
Ketua Pusat Inkubator Bisnis dan Wirausaha Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Syarif Hidayatullah Cirebon, Rita Kusuma Dewi, mengapresiasi program ASTA One Minute Startup Challenge yang memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kreativitas dan kemampuan berwirausaha.
Pihak kampus secara konsisten menyalurkan pendampingan manajemen serta modal usaha selama dua tahun kepada para mahasiswa binaan.
Baca Juga: Menteri Ekraf dan ICCN Pacu Investasi Kreatif Daerah Menuju Pasar Global
“Program seperti ini penting karena mahasiswa tidak hanya membutuhkan pendampingan dalam memulai usaha, tetapi juga ruang untuk menunjukkan bahwa kreativitas mereka dihargai dan memiliki wadah untuk berkembang. Mahasiswa sekarang membutuhkan pelatihan yang disertai praktik. Mereka perlu mendapatkan tantangan untuk menghasilkan sesuatu secara langsung. Harapannya, program seperti ini dapat terus diselenggarakan setiap tahun agar semakin banyak mahasiswa yang berani mengembangkan usaha dan menghasilkan produk kreatif,” ujar Rita.
Kompetisi prestisius ini juga memberikan penghargaan khusus kepada jenama Cognivox sebagai juara kedua dan Rerasa sebagai juara ketiga atas inovasi bisnis yang berorientasi pasar.
Kolaborasi Pemangku Kepentingan Memperkuat Pasar Kreatif
Rangkaian acara memperkaya wawasan bisnis peserta melalui empat sesi bincang kewirausahaan interaktif bersama para praktisi industri nasional.
Baca Juga: Kemenekraf Gandeng Jepang Buka Peluang Investasi IP dan Pasar Global
Forum ini membedah strategi eskalasi bisnis, tren pendanaan venture, hingga taktik penetrasi pasar digital yang relevan bagi pelaku usaha daerah.
Sinergi kepemimpinan daerah dan parlemen mempertegas dukungan regulasi bagi kemajuan ekosistem kreatif Cirebon.
Turut hadir Wali Kota Cirebon Effendi Edo, Anggota Komisi VI DPR RI Herman Khaeron, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Ratnawati, serta Ketua Gekrafs Kota Cirebon Syafrul Setia Bakti.
Sejumlah pejabat Eselon I dan II Kementerian Ekraf turut mendampingi Menteri Ekraf selama peninjauan seluruh paviliun pameran.




