URBANCITY.CO.ID – Gaya hidup urban modern menuntut integrasi ide kreatif dengan peluang pasar bernilai tinggi secara cepat dan presisi.
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya, memperkuat sinergi strategis bersama Indonesia Creative Cities Network (ICCN) guna mengakselerasi pengembangan pelaku ekonomi kreatif dari tingkat daerah hingga menembus pasar global.
Langkah ini membuka koridor investasi baru yang mengubah potensi lokal menjadi aset ekonomi berdaya saing internasional.
Kolaborasi ini menindaklanjuti secara nyata 10 poin Manifesto Ekonomi Kreatif Daerah hasil World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026. Inisiatif strategis ini merancang ekosistem kreatif yang inklusif, berkelanjutan, serta mendatangkan keuntungan finansial nyata bagi para pelaku usaha di berbagai kota.
Baca Juga: Dorong Investasi Kreatif Samosir, Ekraf Buka Peluang Akses Modal Usaha
Implementasi Rindekraf Percepat Ekspansi Jenama Lokal ke Dunia
“Ada beberapa kolaborasi yang ingin kita lanjutkan bersama ICCN. Pertama, implementasi Peraturan Presiden tentang Rencana Induk Ekonomi Kreatif Nasional atau Rindekraf yang telah ditandatangani Presiden Prabowo Subianto. Kedua, melalui semangat Creative by Indonesia, kita bersama-sama mencari pahlawan lokal dan jenama lokal untuk didorong ke tingkat nasional, kemudian dikurasi agar dapat menembus pasar global,” ujar Menteri Ekraf saat menghadiri ICCN 2026, di Gedung Film Pesona Indonesia, Jakarta, Minggu (25/10).
Pemerintah memandang 277 forum komunitas kreatif ICCN di berbagai kabupaten/kota sebagai modal sosial sekaligus instrumen kurasi bisnis yang sangat prospektif.
Jaringan terdesentralisasi ini mempercepat pemetaan aset wilayah, mempertemukan investor dengan kreator, serta memastikan standar mutu produk lokal mampu bersaing di pasar ekspor.
Baca Juga: Potensi Bisnis Industri Gim Indonesia: Peluang Investasi Kreatif dari Kerja Sama Ekraf & Coda
“Kami mengajak ICCN untuk terus terlibat secara aktif dalam berbagai upaya tersebut. Terima kasih kepada ICCN dan seluruh jejaring lokal yang telah bekerja untuk mengembangkan ekonomi kreatif di daerah. Kami berharap kolaborasi ini terus berlanjut agar ekonomi kreatif Indonesia semakin maju,” lanjutnya.
Platform Super Apps 2.0 Buka Akses Permodalan dan Mitra Bisnis
Ekosistem digital perkotaan kini menyambut Super Apps 2.0, platform mutakhir berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan marketplace layanan yang memangkas friksi bisnis industri kreatif.
Asisten AI Ganusa memudahkan pelaku dari 17 subsektor mengamankan mitra strategis, pengembang acara, dan jalur distribusi komersial tanpa perantara panjang.
Baca Juga: Kolaborasi 6 Wamen Perempuan di WCCE 2026 Pacu Investasi Ekonomi Kreatif
Integrasi Ekraf Academy dan Single Sign-On (SSO) pemerintah makin memperkokoh kedaulatan data ekonomi bernilai investasi tinggi.
Ketua Umum ICCN, TB Fiki C. Satari, menegaskan kesiapan infrastruktur komunitas dalam mengonversi kreativitas menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi riil yang diminati pasar modal.
“Bulan ini juga bertepatan dengan Oktoberkreasi, sejatinya ICCN hari ini sudah terhubung dengan 277 forum lintas komunitas kreatif di kabupaten/kota dengan masing-masing entitas yang mandiri. Ada 38 Korda (koordinator daerah) yang sudah menaungi kita, dan harus terus menjahit sinergi kreativitas seperti yang disampaikan pak Menteri. Apa yang kita lakukan hari ini adalah bentuk nyata bagaimana pemerintah memperhatikan jejaring komunitas kreatif serta mendukung ekonomi kreatif menjadi the new engine of growth,” ujarnya.
Sinergi Multipihak Dorong Ekonomi Kreatif Jadi Mesin Pertumbuhan
Baca Juga: Jakarta Vision WCCE 2026: Peluang Investasi dan Masa Depan Ekonomi Kreatif
Tercatatnya lebih dari 1.800 pendaftar sebelum peluncuran resmi membuktikan tingginya likuiditas minat pasar terhadap platform Super Apps 2.0. Fondasi digital ini memfasilitasi transaksi bernilai tambah, melindungi kedaulatan data nasional, serta menghubungkan bakat kreatif daerah dengan korporasi nasional dan jejaring pembeli internasional.
Pertemuan strategis ini turut menghadirkan sejumlah bupati, CEO KEK Singhasari David Santoso, perwakilan daerah ICCN, serta jajaran Eselon I dan II Kementerian Ekraf guna memastikan percepatan aliran investasi di sektor ekonomi kreatif.




