Baca juga:Â Program CBI Kemenperin Pacu Daya Saing IKM Fesyen dan Kriya
Para pelaku usaha perkotaan dapat melihat bahwa kawasan wisata Durensari dan Sitinggil Park menyimpan potensi agrowisata yang menjanjikan keuntungan jangka panjang bagi investor maupun warga setempat.
Koordinator TJSL Badan Pengaturan BUMN, Fahrudin, menambahkan bahwa program ini membuktikan komitmen BUMN.
Bukti ini tidak hanya berorientasi bisnis, tetapi juga bertanggung jawab penuh terhadap kemajuan sosial.
Keterlibatan aktif para relawan dalam bidang kesehatan, STEM Kit, dan pengembangan UMKM menciptakan ekosistem perdesaan yang mandiri dan berdaya saing tinggi.
“Saya berharap kegiatan ini tidak berhenti pada pelaksanaan program saja, tetapi menjadi awal dari kerja sama dan pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan,” ucapnya.
Karena, sambungnya, pembangunan tidak dapat dilakukan oleh pemerintah sendiri. Diperlukan sinergi dan kolaborasi antara pemerintah, BUMN, dunia usaha, perguruan tinggi, komunitas, serta seluruh masyarakat.
Baca juga:Â BNI wondrX 2026 Hadirkan Ekosistem Finansial & Investasi Urban
Revitalisasi Kawasan dan Dampak Berkelanjutan
Tim relawan mengoptimalkan fasilitas agrowisata hortikultura serta curing tunnel tembakau.
Tujuannya jelas, guna memperkuat produktivitas pertanian sekaligus menciptakan destinasi wisata edukasi yang menarik.
Para perencana pembangunan wilayah menilai bahwa keberhasilan program ini diukur dari seberapa besar manfaat jangka panjang yang dirasakan oleh warga Desa Kembang Kuning setelah acara selesai.




