Hasil manis ini otomatis memperbaiki catatan rapor Alwi pada Australian Open edisi tahun lalu yang sempat terjegal di babak delapan besar.
Baca juga:Â BNI Tutup 2025 dengan Fundamental Solid, Likuiditas Kuat, Risiko Terkelola
Staf pelatih PBSI menilai kematangan strategi Alwi meningkat drastis setelah sang pemain melakoni laga berat di Singapore Open dan Indonesia Open beberapa pekan lalu.
Pengalaman berharga melawan pemain top dunia tersebut membuat Alwi tampil lebih dingin dan taktis saat mengeksekusi poin-poin kritis.
Menghancurkan Pertahanan Malaysia Hanya dalam Tiga Puluh Delapan Menit
Langkah impresif Alwi menjalar ke kompatriotnya, Mohammad Zaki Ubaidillah alias Ubed, yang tampil trengginas di partai perempat final lainnya.
Pemain jebolan PB Djarum ini menghancurkan tunggal putra harapan Malaysia, Justin Hoh, lewat permainan menyerang yang mematikan.
Ubed menyudahi perlawanan rival abadinya itu dengan skor telak 21-7 dan 21-13 hanya dalam durasi kilat 38 menit.
Baca juga:Â BNI Dukung Regenerasi Bulu Tangkis Indonesia di Thailand Open 2026: Saatnya Atlet Muda Bersinar
Rapor impresif kedua pemain ini membuka jalan lebar bagi tim Merah Putih untuk menguasai podium tertinggi di Sydney.
Pada laga semifinal besok, Alwi akan menantang andalan Hong Kong, sedangkan Ubed bakal menguji ketangguhan raksasa China, Dong Tian Yao.
Jika kedua remaja ini mampu melibas lawan masing-masing, Indonesia otomatis mengunci gelar juara lebih awal lewat skenario All Indonesian Final.
Pihaknya berharap pengalaman bertanding di turnamen-turnamen level atas seperti ini dapat semakin memperkuat kepercayaan diri dan kematangan para atlet muda Indonesia.




